by

Pintu

Oleh : Fauzan Mukrim

Dear Desanti Khotib Jumatan tadi menyitir nasihat Sayyidina Ali Karamallahu wajhah. Saya teruskan beberapa untukmu. Menurut beliau, tanda ketakwaaan itu adalah takut. Kalau kita takut pada sesuatu, biasanya kita jauhi atau menghindar. Tapi takut pada Allah tidak begitu cara mainnya. Kalau benar kita takut pada-Nya, kita malah harus makin dekat. Kita ingin selalu trendy dalam pandangan-Nya. Tapi karena kita sadar nggak punya modal untuk itu, kita mestinya selalu sibuk memperbaiki diri sendiri, alih-alih mengurusi orang lain soal bagaimana ia harus “fashionable” supaya Allah suka. Intinya, kita hidup ini sebenarnya cuma upaya cari muka di hadapan Allah. Tanda ketakwaan lain menurut Sayyidina Ali adalah selalu bersyukur dan ridho pada apa pun pemberian-Nya.

Masih bisa makan santan, masih bisa pulang malam karena banyak kerjaan, masih bisa cium lutut sendiri, semua perlu disyukuri. Apalagi cium lutut istri, makin harus disyukuri. Tidak boleh juga kita merasa kok cuma dikasih rezeki segini, kenapa suami saya gak seganteng Lee Min Ho, kenapa kulkas saya cuma 2 pintu padahal punya tetangga 3 pintu dan bisa transparan kalau digetok. Ridho beda dengan fatalis. Dengan ridho kita tetap berusaha naik kelas, tapi kalau fatalis mikirnya “ya udah, ini sudah takdirku”.

Dapat suami abusif dan suka mukul, istri pasrah saja dengan harapan nanti bakal dapat balasan surga. O tidak begitu. Tidak ada seorang pun yang berhak menyakitimu. Kalau kamu disakiti, kamu tahu harus bagaimana. Allah kasih kita exit plan yang disebut akal. Manfaatkanlah.Risalah #khotbahJumatuntukDesanti kali ini saya tulis berdasarkan ingatan saja. Tadi hape nggak dibawa ke mesjid. Jadi, maaf kalau kurang lengkap dan banyak interpretasi. Agak ngantuk soalnya. Pengaruh karbo. Begitu, Des.

Saya menulis ini bukan untuk mengajarimu supaya pasrah aja punya suami kayak saya. Saya punya banyak kekurangan, dan saya berharap bisa membaik dengan supervisimu. Kalau saya tak menafkahimu dengan pantas, kamu berhak protes. Pun kalau saya menyakiti tubuh dan pikiranmu, kamu tahu jalan menuju pintu daruratnya. Kecuali kalau beneran kamu pengen saya mirip Lee Min Ho, wah itu saya nggak tau jalannya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed