by

Anak-Anak Baik yang Jauh dari Orang Tuanya

Oleh : Fauzan Mukrim

Tadi pagi ia katanya sudah menelepon, menanyakan kabar keluarganya di kampung setelah shalat Id. Tapi tetap saja ia kaget ketika melihat ibu dan kakaknya bergabung di layar. Wildan Syafiq namanya, ia berlebaran di Jakarta, sementara ibu dan kakaknya di Banyuwangi. Sore tadi, program Connected memberi kejutan kecil buat keluarga ini. Dipandu anchor @tifannyraytama , mereka “berlebaran” di layar @cnnindonesiatv .

Wildan adalah perawat alumni Stikes Banyuwangi. Ia menyelesaikan pendidikan profesi ners pada 2017. Ketika pandemi Covid 19 mulai mengganas di Indonesia, Wildan meninggalkan Banyuwangi dan bergabung sebagai relawan di Rumah Sakit Darurat Covid 19 Wisma Atlit Kemayoran Jakarta. Itu sekitar April 2020. Ia bertugas di lantai 32. Dan sejak saat itu, ia hampir tidak pernah pulang.

Tadi saya bilang ke Mbak April, assignment editor yang menghubungkan Wildan ke studio. “Wildan ini pasti sayang sekali ibunya. Anak baik hati biasanya sepaket begitu.” Saya senang mendengar kisah-kisah anak muda baik hati seperti ini. Sejak kuliah, Wildan aktif di Korps Suka Rela (KSR). Dan ketika terjadi hal yang membutuhkan tenaganya seperti saat ini, ia segera mengenali panggilan jiwanya. Anak muda dengan “bleeding heart”, yang resah jika tak bisa membantu memperbaiki situasi.

Beberapa hari ini kami selalu disuguhi berita orang-orang yang marah di area penyekatan, karena dilarang mudik tanpa alasan kedaruratan. Ada yang memaki petugas, padahal itu untuk kebaikan mereka juga. Pandemi belum selesai, dan ini saat yang krusial untuk menahan diri sebentar saja. Agar kita tidak seperti India. Agar pekerjaan Wildan cepat selesai dan ia bisa segera pulang memeluk ibunya lagi secara fisik. Demikian juga kita.

Sumber : Status Facebook Fauzan Mukrim

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed