by

Salah Lahir

Oleh : Ahmad Sarwat

Kenapa kita ini suka ribet pakai bermazhab segala? Bukankah sudah ada Qur’an dan Sunnah? Lagian buat apa harus ikut ulama segala?Ulama itu manusia, bisa salah dan lupa. Sedangkan Qur’an dijamin keasliannya sampai hari kiamat.

oOo

Kalau bingung menjawabnya, saya kasih bahan jawaban berikut ini :Karena kita salah lahir. Seharusnya kita lahir di Madinah sezaman dengan Rasulullah SAW. Kalau kita lahirnya seperti itu, sama sekali kita tidak butuh ulama, termasuk Hadits-hadits Bukhori dan Muslim dan lainnya, sama sekali tidak kita butuhkan. Bahkan tidak perlu belajar nahwu, shorof, Ushul fiqih, fiqih. Empat Mazhab pun gak penting lah.Buat apa juga?

Lha kan di depan hidung kita ada Rasulullah SAW. Langsung tanya aja ke Beliau. Gitu aja kok repot.

Masalahnya ternyata kita semua ini salah lahir. Lahirnya kita ini rata-rata sudah terlambat lebih dari 14 abad dari yang seharusnya. Jadi pas kita lahir, Nabi SAW dan para shahabat serta generasi salafusshalih sudah lama berlalu. Kalau pun masih ada mushaf Al-Quran serta kitab matan hadits, yang menyusunnya kan para ulama juga. Jibril dulu tidak turun dari langit di tangan kanan mushaf di tangan kiri kitab hadits. Salah banget kalau mengira seperti itu.

Mushaf hari ini bisa dengan nyaman kita baca, jelas di dalamnya terlalu banyak campur tangan ulama. Soalnya ketika Nabi SAW hembuskan nafas terakhir, mushaf kayak gitu belum pernah ada.Begitu juga kitab hadits. Semua adalah jerih payah para ulama. Sebab di masa kenabian, menulis hadits justru dilarang. Tapi cuma modal baca mushaf dan kitab hadits pun ternyata tidak ada gunanya juga.

Kok gitu?

Ya nggak akan pada paham juga sih. Memangnya paham apa maunya Allah di balik tiap Wahyu yang turun dan dibaca? Memangnya bisa mendeskripsikan dan mengelopokkan mana ayat atau hadits yang jatuh hukumnya menjadi wajib, Sunnah, mubah,makruh dan haram? Memangnya ngerti bagaimana cara mengolahnya?

Sebab yang namanya Quran dan Sunnah itu isi hanya bahan baku semata, masih mentah dan perlu diolah. Belum menjadi undang-undang rinci yang siap pakai.Ibarat minyak bumi yang baru dibor di lepas pantai, warnanya masih hitam pekat. Kalau ada yang nekad mengisikan minyak mentah hitam pekat itu ke tangki bensi mobilnya, ya silahkan saja. Tapi jangan komplain kalau mesinnya rusak dan ngadat gak bisa bunyi.

Gudang makanan berisi beras, daging dan lauk pauknya itu memang simpanan makanan. Tapi nggak makan beras mentah juga, kali. Ntar sakit perut. Dimasak dulu jadi nasi. Walau pun cuma masak nasi, kalau nggak tahu caranya, bisa jadi bubur, bisa juga gosong atau tidak mateng-mateng, karena kabelnya lupa nggak dicolokin.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed