by

Pentingnya Tes Mengetahui Apakah Pernah Terinfeksi sebelum Vaksin Covid-19

Oleh: Niken Satyawati

Rendahnya tingkat testing –karena persoalan biaya dll– menjadikan orang tidak bisa dipastikan pernah terinfeksi Covid-19 atau tidak. Apalagi kasus Covid gejalanya beda-beda. Bahkan ada yang OTG.

Sehingga kadang terjadi kasus sedang terinfeksi atau baru saja terinfeksi ikut vaksin. Jadinya malah sakit. Padahal mestinya menurut aturan, vaksin itu bagi penyintas Covid-19 baru boleh setelah tiga bulan dinyatakan sembuh berdasarkan hasil PCR atau setelah menyelesaikan karantina mandiri.

Untuk mengetahui/memastikan apakah kita pernah/sedang terinfeksi Covid-19 adalah dengan tes rapid antibodi.

Ini seperti dilakukan anak saya. Hari ini mestinya dia mendapat kesempatan vaksin bersama kawan-kawannya fakultas Hukum UNS dengan kuota 300 orang. Namun dia baru bisa mengikuti vaksin tiga bulan lagi karena baru sembuh dari Covid-19.

Untuk memastikan, anak saya kemarin tes rapid antibodi. Biayanya Rp 90 rb di PMI Solo. Di klinik-klinik lain juga banyak yg melayani. Hasilnya, IgG reaktif dan IgM nonreaktif. Bila IgG reaktif artinya anak saya pernah terinfeksi. Misalkan IgM yang reaktif, berarti virus masih aktif/belum sembuh.

Sebagai penyintas Covid-19, anak saya sangat berminat menjadi donor plasma konvalesen. Dia pun belum pernah hamil sehingga memenuhi syarat. Masalahnya dia berpostur tinggi kurus, berat badannya tidak memenuhi.

Anak saya sangat sedih saat di PMI dia melihat daftar tunggu pasien yang membutuhkan donor plasma konvalesen di angka 60-an setiap golongan darah. Sedangkan ketersediaan donor di angka 0.

Saat ini digalakkan vaksin, sementara wabah makin meledak. Sangat besar kemungkinan orang terinfeksi tapi tidak sadar. Solusi preventif agar orang-orang mengetahui kondisi dirinya yg paling ideal sebenarnya tes massal swab PCR. Biaya ditanggung negara karena biaya swab PCR memang mahal pada kisaran Rp 1 jutaan.

Swab PCR bisa mendeteksi yg parah hingga OTG. Kalau swab antigen hanya kalau memang parah (CT value di bawah 25). Saya berharap bantuan2 untuk Covid-19 diwujudkan juga dalam bentuk tes PCR massal. Atau paling tidak rapid antibodi sebelum vaksin, bukan hanya screening melalui selembar kertas. Jangan kejadian lagi orang sedang terinfeksi Covid-19 malah divaksin.

CMIIW.

(Sumber: Facebook Niken Satyawati)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed