by

Pencitraan yang Jadi Beban

Oleh : Christina Lie

singkat cerita.. Gw gak usah sebut namanya.. anggap aja namanya Doni. jadi Doni ini membangun image-nya di media sosial sebagai orang yang tajir melintir. konten-kontennya selalu bikin heboh sejak beberapa tahun lalu. Pamer duit, pamer mobil, pamer rumah, pamer gudangnya, pamer orderannya yang melimpah. Dikemas dengan sangat cantik sehingga jauh dari kesan sombong. Sampai akhirnya diapun curhat, ketika akhirnya di tahun ini ketemu sama gue.. off the record aja..

Waktu pertama kali ketemu sih, keliatan dia show off halus halus didepan gue.. kenal si anu, kenal si ono (orang-orang keren semua), dibuktikan dengan dia kasih liat foto-foto dirinya bareng orang-orang yang disebutnya. Begitu mulai pertemuan berikutnya.. ketika dia sadar, gw bukan orang yang silau dengan hal-hal seperti itu.. ya mungkin dari wajah gue yang kayak B aja, pas dia ngomong hal-hal seperti itu. barulah dia curhat.. “Gw kadang nyesel juga, gw salah bangun branding image gue.. karena mobil gue, gw memang iya bisa ngumpul dengan komunitas laopan-laopan, yang sekali nongkrong di cafe, bisa abis puluhan juta, (bahkan record pernah habis 300 juta, dan dia yang bayarin –> demi pengakuan dari temen-temen laopannya)

Padahal ya ampuuun ciii, bisa dibilang gw paling kere dari mereka-mereka itu, ya gue punya apa sih.. asset cuma 3, mobil ya ada 2, engap juga gue rada maksa pas beli tuh mobil juga. Harapan gue ya padahal gw beli ini itu, biar bisa masuk ke network yang bisa gw ajak kerjasama.. atau bantu up bisnis gue.. nyatanya ya boro-boro.. malah saban hari, dapetnya orang yang mau minjem duit lah, atau minta bantuan ini lah, itu lah.. dan sekalinya gw lagi drop pun, gw feels lonely.. mau curhat kemana.. bebannya itu kan gw mesti bisa walk the talk.. masa iya seorang Doni, yang punya rumah & mobil mewah dengan bisnis yang selalu rame bisa susah.. malu kan..mau unjuk gigi ke target network, ibarat tajir, ya diliatnya masih nanggung.. yang anggap gw tajir beneran, justru bukan yang jadi tujuan gue.. cape ci, diajak ngumpul, kalau gw menghindar terus ya malah jadi tanda tanya.. “====

Gw ya no respon aja sih pas dia ngomong gitu.. kayaknya efek kebanyakan minum red wine.. yang dia bawain buat gue sampe bisa curhat begitu.. malah itu sebotol dia yang abisin sendirian, secara gw minum juga palingan cuma 1/4 gelas LOL. tapi ya gw consoling dia lah.. (menghibur maksudnya).. ya abisnya gue kudu gimana, masa gue sukurin.. LOL====

Tapi ya.. Law of Attractions, Hukum ini juga menyebutkan, bahwa similar things are attracted to one another. Hal serupa akan tertarik satu sama lain. Orang-orang yang selalu merasa dirinya sial, tanpa disadari lebih menyukai orang yang memiliki masalah yang serupa, sebagai pembenaran yang membuat dirinya merasa tidak sendirian atau lebih baik. Orang-orang yang pendiam yang selalu merasa dirinya invisible ketika di sekolah, biasanya berteman dengan orang yang menurutnya mirip seperti dirinya. Ada ketertarikan yang secara naluri terjadi alami begitu saja. —

Orang yang menghargai dirinya, mencintai dirinya, merasa nyaman dengan dirinya sendiri sangatlah mudah mendapatkan orang-orang yang juga mencintai dirinya apa adanya. Loves radiates Loves, Loves attract Loves. Nah begitu juga dengan uang. Money attracts Money (in a good way or bad way) tergantung dari itikad kita. Jika kita memperlakukan uang dengan itikad baik, misal sedekah, membantu tanpa mengharap kembali, maka dia akan menarik uang itu sendiri, entah dia jadi dihadirkan orang-orang yang akan membantunya secara tulus ketika dia kesulitan uang, atau dari uang yang dikeluarkan, ya seringkali diganti berlipat ganda dari segala penjuru.

Nah, kembali lagi tergantung itikad.Jika Otak isinya duit melulu, memanfaatkan uang dengan itikad yang tidak tulus. Ya akan menarik orang yang otaknya duit melulu dengan itikad yang serupa. Orang yang matre lah, orang yang wanna be you dan ujung-ujungnya sirik/iri. —–Bahkan di hubungan dengan pasangan, Pernah gw dicurhatin oleh seorang istri..”suamiku ci, selalu kritik aku, bilang aku begini, aku begitu.. aku stress ci” Ketika obrolan makin dalem, entah berapa kali dia “ngatain” dirinya sendiri dengan hal-hal negatif. terus gw tanya, seberapa sering elo itu menghakimi diri elo sendiri?.. bilang elo itu gak guna, bilang elo itu bego, bilang elo itu gak bisa ini itu.. karena dari tadi kata-kata ini sampe berapa kali elo tulis pas ngomong sama gue, please stop..

Elo mengkritik diri elo sendiri sebegitu seringnya, ya ini “menarik” orang-orang untuk ikutan hobbi mengkritik elo. how can you share love, if you don’t have love for yourself. Fill yourself with love and share your love with others. Stop abandoning yourself and learn how to love yourself, which means that you take responsibility for your feelings, rather than avoiding your feelings or making another responsible for them. Sekian

Sumber : Status Facebook Christina Lie

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed