by

Ajaran leluhur

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Dalam filosofi Nusantara…., musuh terbesar kita sebenarnya ada di dalam diri kita manusia. Musuh terbesar itu…., adalah yang disebut dengan nafsu/sifat kemelekatan. Nafsu/sifat kemelekatan itu selalu tidak ada rasa puasnya…., dan hal inilah yang membuat kesengsaraan yang tak bertepi. Para leluhur Nusantara menggambarkan hal ini. …, dengan simbol seorang yang bernama Bima sedang bertarung melawan naga.

Dan itulah pertarungan yang tak ada hentinya…., selama manusia hidup.Banyak manusia yang tidak menyadari…., bahwa keluhuran jiwa bisa dicapai dengan mengendalikan nafsu/rasa kemelekatan yang makin lama makin membesar. Sebetulnya…., nafsu/rasa kemelekatan ini tidak bisa dimusnahkan…., tetapi bisa dikendalikan. Dalam bahasa agama…., hal ini disebut setan.

Tetapi oleh orang Nusantara yang penuh dengan filosofi kiasan…., setan ini diartikan dengan ‘bresete pranatan’…., yang artinya menyimpang dari norma kebaikan.Tetapi…., itulah ajaran kaluhuran….; siapapun yang bisa mengendalikan diri dan mempertahankan pengendalian diri itu selama hidupnya…., maka dialah disebut manusia yang berjiwa luhur dan mulia. Manusia yang memiliki kewaskitaan tinggi…., yang tak terpengaruh oleh keduniawian.

Manusia seperti ini adalah manusia yang keimanannya senyap…., tanpa identitas…., tanpa terkotak-kotak….; sehingga akan membuat kerukunan pada perbedaan. Manusia seperti ini…., bisa memelihara kerukunan serta ketentraman dimanapun dia berada.Dan…., manusia seperti inilah pewaris leluhur Nusantara yang sebenarnya. Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed