by

Pantang Gengsi VS Pantang Malu

Oleh : Herry Tjahjono

Kita belum melihat karya spektakuler Ganjar sebagai gubernur. Tapi soal membangun citra positif, dia jagonya. Dia bisa membangun citra bahwa dirinya selalu hadir di tengah rakyat. Strateginya : pantang gengsi. Pesaingnya yang suka lepas tangan itu juga jago membangun citra, meski dengan cara yang berbeda. Dia membangun citra dengan berbagai kekonyolannya.

Bahkan di-roasting habis pun dia rela, asal citra yang diinginkannya tercapai (setidaknya menurut dirimya sendiri). Soal karya, jangan ditanya, daripada anda jadi kesal sendiri. Strateginya : pantang malu. Begitulah gambaran dari dua orang yang diam-diam bersaing itu. Cuma ada tambahan satu hal lagi yang sangat substansial.

Ganjar tidak berbahaya sebagai politisi, sedangkan satunya berbahaya. Ganjar – setidaknya sampai saat ini – belum pernah merobek tenun kebangsaan demi sebuah kekuasaan. Satunya pernah melakukan itu, merobek tenun kebangsaan habis-habisan demi kekuasaan. Itu berbahaya

.Jangan mencari pemimpin yang berbahaya, karena yang dipertaruhkan adalah keselamatanmu (setidaknya rasa amanmu) sebagai pemilih, sebagai warga, sebagai rakyat.

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed