by

Blunder MUI DKI

Oleh : Muhammad Jawy

Sebenarnya penangkapan beberapa oknum anggota MUI yang diduga berafiliasi dengan JI tidak akan kemudian merusak MUI begitu saja. MUI adalah organisasi besar yang kiprahnya tak bisa dipungkiri berpengaruh bagi masyarakat Indonesia yang kebanyakan muslim. Anggota MUI sangat beragam, ada yang merupakan anggota dari ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, dan lainnya. Mahfud MD ketika menanggapi ajakan pembubaran MUI, menjelaskan bahwa MUI merupakan organisasi yang kokoh, tak bisa sembarang dibubarkan.

Sangat disayangkan ketika MUI DKI menyebutkan bahwa akan dibentuk cyber army yang salah satunya adalah akan membela Anies Baswedan. Ini sudah offside bagi sebuah organisasi yang seharusnya independen seperti MUI. Bahkan organisasi lain seperti NU atau Muhammadiyah juga tabu untuk memberikan dukungan kepada seorang politisi. Tidak pada levelnya organisasi besar menyempitkan pandangannya seperti ini. Anies Baswedan, Prabowo, Jokowi, semuanya adalah politisi. Menyikapi politisi seharusnya ya sesuai kadarnya, mendukung jika baik, dan mengkritisi kalau tidak baik kebijakannya.

Karena itu MUI Pusat perlu membuat sikap atau pernyataan bahwa pernyataan Ketua MUI DKI itu tidak mewakili MUI, bahkan sebaiknya menegurnya, karena kalau MUI terseret dalam polarisasi politik yang masih mental ini, jelas hanya kerusakan yang akan didapat. Masuk dalam peperangan yang tidak perlu, karena begitu MUI terjerat dalam lubang polarisasi, sangat sulit untuk bisa bangun kembali. MUI mesti menjaga khittahnya sebagai organisasi yang mengayomi, mengedukasi, menjauhi politik praktis. Umat Islam butuh lebih cerdas lagi dalam memahami politik yang sehat, sehingga tidak mudah menjadi korban manipulasi kekuatan politik yang seringkali memanfaatkan narasi Islami demi meraup suara, dan ujungnya kekuasaan dan harta.

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed