by

Pancasila Karya Provetis Bersama

Oleh : Mas Toto

Dalam sebuah hadits nabi Muhammad bersabda “taraktu fikum amrayni lan tadhlu maintamasaktum bihima abada kitabullah wa sunnati rasul” (Aku tinggalkan buatmu sekalian yang kalian tidak akan tersesat apabila berpegang kepada keduanya yaitu al Quran dan Sunnah).

Sejarah mencatat begitu nabi Meninggal perselisihan internal umat Islam terjadi dan hingga puncak tragisnya terjadi fitnah qubra dengan terbunuhnya Utsman bin Affan secara mengenaskan di tangan umat Islam lainnya. Pun penerusnya Ali bin Abi Thalib mati disebabkan terhunus blati milik Ibnu Muljam.Masing-masing kelompok mengatasnamakan berpegang teguh pada warisan Nabi berupa al Quran dan Sunnah. Bahkan yang membunuh Utsman dan Ali adalah orang-orang dari para Qura’ atau pembaca dan penghafal al Quran. Mereka masing-masing merasa paling berpegang teguh pada warisan Nabi.

Lalu bagaimana dengan negara yang konon terbentuk di wilayah atau kampung kelahiran Nabi (meski debatble) umat Islam mainstream meyakini Nabi lahir di Kota Makkah saat ini berada di negara Saudi Arabia. Negara Saudi Arabia itu dibentuk satu malam di dek Kapal Perang Amerika sambil santap kambing guling, khamar jelas diikuti tari perut. Negara Arab Saudi tidak dibangun di atas kesadaran seluruh anak bangsa meski perwakilan. Ibnu Saud bersama enem (enam) orang masuk kekota Raid dideklarasikanlah negara Arab Saudi.

Negara atas nama Abdullah bin Saud (Saudi). Maka memang rakyat Arab rata-rata tidak mengenal apa itu negara apatah lagi nation state. Bahkan Sindiran Arsmtrong Ibnu Saud mendirikan negara saat rakyatnya belum mengenal bahwa outo mobil butuh bensin. Maka sekali lagi wajar jika imigran seperti Khaled Basalamah tidak memahami apa itu dan arti penting nasionalisme. Selain tidak pernah didik jadi nasionalis juga negara leluhurnya tidak mengenalkan arti nasionalisme. Bagaimana dengan negeri tercinta ini?

Seperti halnya Nabi Muhammad, Ir. Soekarno kepada Presiden Yugoslavia berkata kalau kita Arabkan “taraktu fi rakyati khamsatul umur lan tadhlu maintamaksaktum bihim al Pancasila” (aku tinggalkan kepada rakyatku 5 perkara yang kalian tidak akan tersesat jika kalian berpegang kepadanya yakni Pancasila). Meskipun para pendiri bangsa mengalami debat yang alot soal Pancasila, namun akhirnya terjadi konsensus bahwa Pancasila menjadi dasar negara. Pancasila bukan karya tunggal umat Islam, juga bukan Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, Kepercayaan dan lainnya, tapi karya privetis bersama.

Sumber : Status Facebook Mas Toto

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed