by

Orang Medan Bilangnya “Ga Open… Terserahlah Mak Ros”

Oleh : Agung Wibawanto

Di saat banyak orang tengah dirundung duka karena kehilangan pekerjaan. Tanpa pendapatan atau pemasukan untuk menghidupi keluarga. Berharap bantuan pemerintah ataupun donasi dari para tetangga. Persis di sisi lain ada sekelompok menolak pekerjaan dan penempatan di BUMN. Coba cek, berapa banyak masyarakat lain yang ingin mendapat kerja, apalagi di BUMN? Terlebih di masa pandemi seperti ini, apapun akan dilakukan untuk mendapat bayaran. Ini realistis.

Namun ada sekelompok yang sebelumnya merengek untuk tidak diberhentikan dari KPK. Sekelompok yang sama juga mengeluh akan bekerja di mana jika mereka dipecat? Sekelompok yang katanya menuntut keadilan untuk mereka dan keluarga mereka. Ah, entahlah Mak Ros. Apa yang ada di pikiran mereka yang kemudian menolak kerjaan setelah sebelumnya merengek kerjaan. Awam masyarakat melihatnya sebagai sesuatu yang menjengkelkan. Kok gayik dan sok banget. Kalau bisa ya malah jangan di BUMN lah, jadi pasukan kuning pembersih jalanan di Jakarta aja sudah lumayan. BUMN kita butuh pegawai tangguh yang berwawasan kebangsaan juga.

Kalau di KPK tidak lolos TWK ya juga jangan di BUMN. BUMN butuh pengabdi negara bukan “perusuh” negara. Jika tidak mau tunduk dan maunya membangkang aturan negara ya sudah jelas harus diapakan. Anda siapa sih, sepertinya bisa mengatur-ngatur negara sesuai keinginan dan kepentingan anda? Apakah anda berpikir apa yang sudah negara berikan untuk mu? Boro-boro ditanya apa yang sudah anda berikan untuk negara, anda justru terus bertingkah yang “gateli”.

Andai saja, andai saja… Indonesia menganut sistem seperti di Korut ataupun Afghanistan yang kini dikuasai Taliban. Sistem yang represif menghabiskan siapapun yang melawan negara. Pastilah bisa dibayangkan. Beruntung saja anda hidup dan tinggal di Indonesia. Itu pun bukan Indonesia era orba. Anda sudah mendapat banyak keuntungan dan kemudahan bahkan kebebasan. Anda tidak dicokok ke garnizun, diinterogasi dengan cara mafia, disiksa, atau bahkan mungkin “dihilangkan” tanpa jejak.

Ada pula yang dulu mati secara misterius (matius) dengan tubuh tergeletak begitu saja di jalanan. Itu semua tidak anda syukuri malah terus menyalahkan pemerintah. Tidak ada lagi masyarakat yang bersimpati kepada anda dan kelompok anda. Masyarakat jenuh dengan segala drama yang dimunculkan penuh kepura-puraan. Masyarakat muak dengan gaya munafik yang anda tunjukkan. Kini Anda bukan siapa-siapa, lantas mengapa kami harus peduli? Mungkin ada segelintir yang masih peduli, ada kekuatan kekuasaan yang mau memperhatikan anda, ya silahkan saja merengek kepada mereka. Kami masyarakat dah gak open. Karepmu!! —————————–

Caption: Mending mikirin kamu yang lain yang selalu membuat diri ini merindu. Selalu betah melihat wajahnya (bukan wajah di gambar bawah ya) dan mengingat segala tingkahnya yang lucu dan menghibur. Pokoknya, kamu yang mampu mengalihkan perhatianku. Gitu kan? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed