by

Kantor Pemberantasan Korupsi Versi Novel?

Oleh : Karto Bugel

Bagi anda yang terbiasa melihat sebuah peristiwa selalu hanya dari sisi serius, aura lucu panggung komedi pada cerita KPK pasti sulit memberi jejak. Hitam putih seolah hanya dua pilihan warna diberi. Manakala pelawak masuk panggung serius dalam balutan politik seperti yang dilakukan oleh Miing dan Eko Patrio tak memberi kontribusi apapun bahkan cenderung norak, para politisi dalam balutan aparat hukum yang identik dengan wajah angker itu justru sedang ingin menghibur kita. Mereka melucu.

Bagaimana tidak? Mereka yang lamarannya ditolak, bukan golok berbicara atau dukun bertindak seperti kebiasaan normal pada predikat jabatan seperti itu, mereka justru terlihat melawan dengan cara melawak. Mereka meresmikan kantor pemberantasan korupsi versi mereka sendiri di depan Gedung Dewan Pengawas KPK, Jakarta Selatan.

Bila lucu dan terpingkal kita adalah target kebaikan mereka demi menghibur rakyat yang telah lama tak lagi terlihat memiliki aura tawa pada wajahnya gegara PPKM Darurat yang terus diperpanjang negara, itu terlihat memiliki masa depan. Paling tidak, bila marah kita pada KPK (asli) yang tak kunjung bergerak atas banyaknya kejanggalan pada penggunaan anggaran di DKI hingga banyak kasus menggantung yang lain itu hadir, tawa kita dalam SATIR pada drama Novel dan Gerung akan menjadi hiburan.

Kita dapat mendorong KPK tiruan itu untuk segera menggantikan Firli dan kawan kawan.😲“Ga panggil bintang tamu?”Siapa? Rocky Gerung?Boleh juga sih.. “RUMAH YANG TAK PERNAH KUMILIKI KINI HILANG” layak menjadi judul bagi seru-seruan semacam itu bukan?😉..RAHAYU

Sumber : Status Facebook .Karto Bugel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed