by

MUI Duri Dalam Daging

Oleh : Lutfie Assyaukanie

Umat Islam Indonesia mestinya tidak butuh MUI. Setiap organisasi Islam memiliki lembaga fatwanya sendiri. Nahdlatul Ulama (NU) punya lembaga Bahtsul Masail, di mana masalah-masalah agama didiskusikan dan diputuskan. Muhammadiyah memiliki Majelis Tarjih yang berfungsi sama. Begitu juga organisasi-organisasi Islam lain seperti Nahdlatul Watan dan Mathla’ul Anwar.MUI dibuat oleh Presiden Soeharto untuk menertibkan sebagian umat Islam yang tak berilmu tapi menolak kebijakan-kebijakan negara yang positif.

Misalnya soal penggunaan kontrasepsi (KB) untuk mengontrol laju pertumbuhan penduduk. Ada sejumlah masyarakat yang menolak program ini. Lalu MUI mengeluarkan fatwa bahwa kontrasepsi tidak bertentangan dengan Islam. MUI memiliki jasa besar membantu pemerintah Soeharto memuluskan agenda pembatasan populasi dunia.

Seiring dengan jalannya waktu, MUI kehilangan perannya. Masyarakat makin pintar, organisasi-organisasi Islam makin aktif. Negara tak lagi membutuhkan MUI. Yang terjadi sekarang ini adalah MUI semakin bodoh, selalu ingin bertentangan dengan pemerintah. Sejak Reformasi, MUI mengeluarkan beberapa fatwa yang diskriminatif dan memecah-belah masyarakat.

Yang terbaru, MUI menolak sertifikasi dai atau penceramah. Ini adalah program yang sangat bagus, untuk menertibkan para dai bodoh dan nakal. Mereka menjadi dai atau ustad karena tak punya pilihan pekerjaan lain. Ustad atau dai-dai semacam ini hanya mengandalkan mulutnya dan sedikit modal pengetahuan yang dia ambil entah dari mana.Nah, program sertifikasi bermaksud menyeleksi dai-dai semacam itu.

Seorang dai harus punya sertifikat kelulusan agar ilmu yang disampaikannya di masyarakat bisa dipertanggungjawabkan. Di banyak negara Muslim hal ini lumrah dilakukan, karena betapa berbahayanya membiarkan orang gila berada di atas podium.Tapi MUI menolak program Kementerian Agama yang sangat bagus ini. Alasannya mengada-ada dan tak masuk akal. MUI sudah menjadi duri bagi NKRI.

Sumber : Status Facebook Lutfie Assyaukanie

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed