by

Menakar Kapasitas Abu Jahal

Oleh : Ahmad Sarwat

Tokoh antagonis yang paling populer dalam Sirah Nabawiyah adalah Abu Jahal. Nama aslinya adalah Umar bin Hisyam. Tapi karena dia seorang cendekiawan, laqobnya menjadi Abul Hakam. Sebenarnya Nabi SAW sangat kesengsem pada si Abul Hakam. Selain pintar, banyak ilmunya juga punya pengaruh yang kuat serta penuh pesona. Kalau sampai dapat hidayah dan masuk Islam, pasti besar sekali pengaruhnya dalam menguatkan barisan dakwah.

Sedikit di bawahnya ada juga Umar yang lain, anaknya Al-Khattab. Nabi SAW kagum juga sebenarnya. Pintar, cerdas, smart, logis dan tegas. Dua-duanya sempat masuk dalam teks doa Nabi SAW secara langsung. Memang doanya rada nanggung sih. Aturannya bilang saja : Ya Allah, dua-duanya deh kasih hidayah. Ternyata Nabi SAW hanya minta salah satu dari dua Umar. Dan ternyata yang dikabulkan justru yang kecilan. Yang gedean malah nggak dapat hidayah.

Malah makin lama makin jadi saja ulahnya. Ujung puncaknya dia merekaya bagaimana agar seluruh kabilah Mekkah bersatu menghunus pedang untuk membunuh Nabi SAW di malam hijrah.Ini sudah keteraluan. Mau tidak mau Jibril kudu turun tangan. Maka dibocorkan rahasia mereka dan Nabi SAW berhasil lolos dengan taktik yang amat jitu. Dan terakhir Abu Jahal pun menemui ajal di Medan Badar, dua tahun kemudian.

Dia tampil sebagai orang kafir harbi. Datang untuk membunuh Nabi SAW di Medan perang terbuka. Ini perang terbuka. Kalau tidak kita bunuh, kita yang dibunuh. Jadi darah Abu Jahal itu 100% sudah halal. Jadi kalau sampai dikasih julukan oleh Nabi SAW sebagai Abu Jahal, itu sih belum seberapa. Kira-kira bisa dimaknai sebagai si bodoh, ideot, pandir, bebal, o-on, koplak, otak udang dan teruskan sendiri.

Padahal aslinya dia orang pinter, cerdas, banyak akal. Tapi sayang semuanya tidak membawanya kepada hidayah. Tidak jadi pintar lah dia. Dasar Abu Jahal . . .

NOTETidak perlu sibuk menafsirkan, kira-kira siapa yang dimaksud. Maksudnya ya si Abu Jahal.Dia bukan muslim, tapi kafir harbi dan halal darahnya. Jangan dimirip-miripkan dengan sesama muslim.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed