by

Kekuatan Masyarakat Akan Menang Melawan Koalisi Politik Dinasti

Oleh : Rahman Hartala

Politik Indonesia hari ini kembali panas dan mulai banyak sekali drama-drama yang membuat masyarakat awam bingung. Bahkan banyak juga dari masyarakat kita yang merasa jika politik ke depan sangat jauh dari jujur dan adil. Indikasi munculnya sudah terlihat dari diterimanya gugatan kelompok masyarakat terhadap syarat cawapres yang akan maju.

Syarat itu sangat rentan dengan kepentingan kekuasaan. Sampai drama keputusan MK itu terlihat nyata dimata publik. Dengan mudahnya MK meloloskan Gibran sebagai cawapres, padahal sebelumnya banyak sekali penolakan sejumlah kelompok masyarakat, yang melihat gugatan itu syarat akan muatan politik dinasti.

Sampai pada akhirnya keputusan gugatan diterima MK pun banyak elemen masyarakat yang protes keras terhadap putusan itu. Banyak masyarakat yang kecewa terhadap MK sebagai institusi hukum tertinggi di negeri ini, yang terlihat sangat kurang baik di mata publik. Hingga pada akhirnya kekecewaan itu mereka lampiaskan hingga turun ke jalan. Salah satunya yakni berdemo di depan kantor MK.

Banyak juga masyarakat yang melampiaskan aspirasinya di media sosial. Akun yang berhubungan dengan MK sebagai instansi yang paling bertanggung jawab tak lepas dari hujatan publik. Kekesalan itu pun sampai mengarah pada akun presiden Jokowi sendiri, maupun keluarganya. Semua tak lepas dari kritikan dan sindiran keras publik kita. Masyarakat merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh presiden Jokowi dan keluarganya.

Yang lebih tegas lagi, mereka bahkan banyak yang memutuskan untuk tidak memilih Gibran dalam pilpres nanti. Karena dengan tidak memilih Gibran bagi mereka keadilan akan tegak dan politik dinasti yang mereka protes pun akan kalah. Sehingga kekuasaan yang didapatkan dengan cara tidak beretika itu akan gagal berkuasa.

Apalagi ditambah dengan sikap presiden Jokowi dan keluarganya yang terlihat biasa saja, seperti tidak ada kejadian apapun. Hal ini sangat menyakiti perasaan masyarakat kita. Revolusi mental yang sering digaungkan presiden Jokowi selama menjabat, pun dianggap sebagai omong kosong. Karena faktanya di ujung masa pemerintahannya justru presiden Jokowi sendiri yang terlihat masih berambisi berkuasa.

Padahal dulu Jokowi sendiri yang menyatakan, jika ada orang yang ingin memintanya menjadi presiden 3 periode, orang itu sebagai pihak yang tidak tahu malu. Menurut Jokowi justru apa yang dilakukan itu seperti ingin menampar wajahnya dan membuatnya malu. Tapi jika melihat apa yang dia ucapkan dahulu, dengan apa yang terjadi hari ini justru sangat berbanding terbalik.

Kalau sudah begini kekuatan rakyatlah yang harus bergerak. Dan kekuatan rakyat itu sudah memutuskan untuk tidak memilih Gibran sebagai capres. Kekecewaan itu pada akhirnya di alihkan untuk memilih seorang Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Apalagi sosok keduanya dianggap yang paling pas untuk memperbaiki sistem hukum kita yang rusak pasca putusan MK itu. Masyarakat berharap jika MK kembali pada marwahnya sebagai lembaga penegak hukum tertinggi yang adil.

Sumber : Status Facebook Rahman Hartala

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed