by

Joker

Oleh : Ahmad Sarwat

Saya tidak nonton filmnya, cuma diceritain oleh mereka yang nonton. Rada males nonton film model kayak gitu. Tapi pesan yang saya tangkap bahwa penjahat itu tidak selalu dilahirkan sebagai penjahat.Boleh jadi awalnya dia orang baik, seperti kita ini. Cuma karena sandungan tertentu, jadilah penjahat. Cerita Joker itu kurang lebih ada kemiripan dengan cerita iblis (Iblis). Iblis itu awalnya adalqh hamba yang taat bahkan juga rajin ibadah dan rutin menyembah Allah. Soleh banget lah pokoknya. Bahkan derajatnya juga nggak jelek-jelek amat.

Sekelas Iblis itu keren, karena dia termasuk makhluk yangbisa berdialog langsung dengan Allah SWT. Padahal para nabi saja belum tentu terima wahyu secara dialogis dengan Allah. Dari 6.236 ayat Al-Quran, tak satu pun dari (kalamullah) perkataan Allah SWT itu yang merupakan dialog Allah SWT langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Semuanya turun lewat perantaraan Malaikat Jibril alaihissalam.

Namun kita semua tahu bagaimana jalan hidup si Iblis, sekelas makhluk yang bisa dialog langsung dengan Allah tanpa perantara itu, hidupnya berujung tragis. Dia diusir, dilaknat dan dikutuk selamanya. Lucunya dan anehnya, sudah dimaki-maki habis kayak gitu, masih saja berdoa kepada Allah. Isi doanya keren juga lho, yaitu minta dipanjangkan umurnya. Ditolak? Nah, ini dia yang unik. Doa Iblis minta dipanjangkan umur ternyata dikabulkan Allah. Coba diingat-ingat, siapakah hamba Allah selain Iblis yang dipanjangkan umurnya di dunia sampai hari kiamat?

Kalau Nabi Isa itu memang masih hidup juga, tapi hidupnya kan bukan di dunia ini. Gampangnya kita sebut hidup di sisi Allah. Tapi Iblis itu panjang umurnya di dunia nyata kita secara eksis. Bukan menghilang ke sisi Allah lalu nanti balik lagi menjelang kiamat.

oOo

Balik lagi ke Iblis. Iblis itu lebih Joker dari Joker. Dan kita semua pun bisa jadi Joker juga. Makanya hati-hati. Karakter kita sebagai manusia ini unik, yaitu lahir dalam keadaan fithrah alias suci. Lalu nanti bisa berubah jadi kayak Iblis dan Joker. Atau bisa juga jadi kayak para nabi dan rasul. Ada banyak faktor yang ikut berpengaruh. Dan yang paling kuat itu lingkungan. Mulai dari lingkaran terkecil yaitu keluarga hingga yang terbesar yaitu masyarakat dunia.

oOo

Lalu apa yang membedakan kita dengan Iblis atau Joker? Keduanya tidak kembali ke jalan yang benar. Dua-duanya su’ul khatimah, mati keleset. Kasihan juga sih, tapi memang begitu maunya yang punya cerita. Kita gak bisa protes. Masak ada spin-out kisah Joker yang tobat dan hijrah sih? Ini keluar pakem namanya. Joker ya Joker, penjahat, titik. Dan kita bukan Joker, juga bukan iblis. Kita manusia, kadang bisa terbuai ikut Iblis, kadang bisa jadi Joker. Tapi begitu itu sifatnya bukan kutukan permanen.

Di depan kita terbuka jalan taubat untuk kembali ke jalan yang benar. Maka begitulah, generasi pertama para pendukung Nabi SAW yaitu para shahabat banyak yang pernah jahiliyah dulu dalam hidupnya. Umar itu pernah menghunus pedang mau bunuh Nabi SAW, waktu itu Umar belum masuk Islam. Lalu dia dapat hidayah. Shahabat lain misalnya Abu Sufyan, Khalid bin Walid, Amr bin al-Ash dan banyak lagi, mereka baru masuk Islam setelah sebelumnya sempat jadi Joker, eh jadi orang kafir. Mereka melewati banyak peperangan dan jihad suci, tapi sebagai tokoh antagonis yang melawan Nabi SAW. Pastinya dalam banyak perang itu sempat membunuh banyak nyawa mujahidin dari kalangan shahabat. Sampai pada mati syahid.

Eh kok Allah punya cerita lain. Akhirnya mereka dapat hidayah, pintu taubat terbuka lebar, lalu mereka menyatakan keislaman. Belajar banyak ilmu keislaman yang ketinggalan. Akhirnya mereka malah jadi para pahlawan yang menyebarkan Islam ke banyak negeri. Mereka digelari ‘radhiyallahuanhum’. Allah Ridha pada mereka.

NOTE : Jangan jadi iblis atau Joker. Jadilah para shahabat nabi ridhwanullahi ‘alaihim ajmain. Gak apa-apa punya masa lalu kelam, kesasar-sasar di rimba belantara. Yang penting endingnya bagus. Husnul khatimah. So, kalau lihat Joker eh teman kita lagi beraksi, biarin aja dulu. Sabar kan diri. Siapa tahu nanti ngikuti jejak Khalid bin Walid? Akhirnya kembali ke jalan yang benar. Amin.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed