by

Jangan Ikuti Jihad yang Disesatkan Para Bajingan dan Ulama Politik Indonesia

Oleh : Tito Gatsu

Saya sekarang banyak belajar mengenai kajian agama kepada ulama – ulama sufi seperti Jalaludin Rumi , di Indonesiapun banyak ulama yang mempunyai kajian sufisme, antara lain Gus Dur, KH. Musthafa Bisri. K.H. Syakur Yasin atau Habib Maulana Luthfi, dll. Memang banyak sekali terdapat di Indonesia bahkan saat ini Indonesia menjadi pusat sufi dunia dimana Habib Maulana Luthfi bin Yahya menjadi ketuanya karena NU atau Islam Nusantara berpegang pada Amaliah dan Tauhid sehingga tidak mempersoalkan budaya dan keberagaman karena yang terpenting adalah Akhlaqul kharimah dan amaliyah atau lebih mementingkan perilaku individu daripada identitas.

Hanya sekali Ulama NU di Indonesia menyerukan jihad fisik adalah pada peristiwa 10 November 1945 ketika itu K.H. Hasyim Asy’ari menyerukan jihad karena Indonesia diserang oleh Belanda dalam Agresi militer I setelah Indonesia menyatakan Proklamasi kemerdekaan. Sufisme atau tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlak, membangun lahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Sufisme biasanya erat dengan kepentingan manusia dan kemanusiaan karena sufisme lebih mementingkan kemanusiaan dan cinta sesama sebagai perwujudan cinta kepada sang khalik. Saya akan menyampaikan apa arti jihad menurut sufisme .

Berikut puisi dari Maulana Jalaluddin Rumi seorang ulama sufi besar sepanjang masa bahkan menjadi ikon filsafat kemanusiaan di Amerika Serikat. Hawa nafsumu adalah induk segala berhala: berhala jasmani adalah ular, namun berhala ruhani adalah naga. Adalah mudah menghancurkan sebuah berhala, sangat mudah; namun menganggap gampang menaklukkan nafsu adalah bodoh, bodoh sekali. O anakku, jika kau ingin mengetahui bentuk-bentuk nafsu, bacalah uraian tentang Neraka dengan tujuh pintunya. Tiap saat hawa nafsu melahirkan tipu muslihat; dan dalam tiap tipu muslihat tenggelamlah ratusan Fir’aun dan bala tentaranya. Puisi Rumi ini mempunyai makna yang dalam dan keren sekali Mengapa dari hawa nafsu justru melahirkan tipu muslihat yang menenggelamkan ratusan Fir’aun dengan bala tentaranya? , artinya pada saat kita merasa suci dan benar tapi mengikuti hawa nafsu menenggelamkan fir”aun (menurut kita) tetap sebuah kezaliman Mengisyaratkan bahwa spiritual atau agama tidak boleh menggunakan hawa nafsu dan menghancurkan orang lain 🙏 Rumi memang luar biasa ❤

Jihad yang terbaik adalah melawan hawa Nafsu justru pada saat ini para bajingan dan ulama politik di Indonesia melakukan jihad adalah untuk. Menghancurkan manusia yang lain atau golongan yang tidak sepemahaman dengan mereka. Rasulullah sendiri menyerukan jihad secara fisik adalah ketika beliau diserang ! Bagaimana bisa dikatakan memusuhi orang kafir? Sedangkan pamannya sendiri (Abu Muthalib) yang membantu perjuangan beliau hingga wafatnya tidak pernah masuk Islam dan beliau tidak pernah memaksakannya bahkan beliau mengantarkan ke pemakamannya yang menggunakan agama lamanya majusi atau sekarang nasrani.

Dalam Islam terkandung anjuran kuat untuk mengendalikan nafsu. Memang manusia tak diperintahkan untuk memusnahkannya, namun harus memegang kuasa penuh atas nafsunya agar selamat dari jebakan dan godaan-godaannya yang menjerumuskan. Allah Ta‘ãlã mengingatkan: A ra`aita manittakhaża ilāhahụ hawāh, a fa anta takụnu ‘alaihi wakīlā “Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?” (QS. Al Furqãn[25]: Ayat 43)

Peringatan Allah ini sangat keras bahwa berjihadlah memerangi hawa nafsumu Bahkan ketika Rasulullah selesai memperoleh kemenangan pada perang Badar ketika itu diserang kaum Quraisy Rasulullah SAW bersabda. “Kita kembali dari jihad yang kecil menuju jihad besar.” Dalam riwayat yang lain yang diriwayatkan oleh Jabir r.a. berapa orang yang baru pulang dari perang datang kepada Rasulullah SAW Rasulullah SAW bersabda. “Kedatangan kalian sangat bagus karena kalian datang dari jihad kecil menuju jihad besar, yakni mujahadah seorang hamba terhadap nafsunya sendiri.” (At-Tasyarruf:2).

Jadi ketika tidak ada peperangan jihad yang benar adalah Mujahadah memerangi hawa nafsumu sendiri, jadi betapa sia sianya seseorang yang mengikuti jihad mengikuti seseorang yang mengikuti hawa nafsunya. Hmmm betapa jahatnya para bajingan dan ulama politik di Indonesia . Jangan pernah mengikuti jihad yang disesatkan oleh bajingan politik di Indonesia apalagi ditambah dengan provokasi kebencian dan fitnah sesungguhnya mereka adalah sehina-hinanya makhluk karena tega menjual agama dan membodohi umat. Wallahu’alam bishowab,

Sumber : Status Facebook Tito Gatsu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed