by

Tidak Bisa Bersatu, Tidak Bisa Gotong Royong

Oleh : Asrof Husin

Pandemi covid-19 adalah ujian kemanusiaan, pandemi covid-19 adalah ujian kewarasan. Sebagian dinegara kita bisa bersatu, bisa gotong royong untuk membantu sesama kepada mereka yg tidak mampu dan membutuhkan pertolongan akibat dampak dari covid-19. Sebagian lagi dinegara kita tidak bisa bersatu, tidak bisa/tidak mau gotong royong, tidak mau membantu sesama meskipun mampu, malah memprovokasi dan menyebarkan hoax dan ngajak demo PPKM, super ngeyel tidak percaya covid-19, ngajak utk tdk patuhi prokes. Mereka ini kaum biadab yg malah berharap covid-19 semakin hari semakin bertambah besar dan bisa dijadikan kendaraan politik untuk menjatuhkan Presiden Jokowi.

Sebagian dari kita tidak bisa bersatu, sebagian dari kita tidak bisa gotong royong.NU dan Muhammadiyah sepakat menghimbau untuk alihkan dana Qurban untuk membantu masyarakat terdampak covid-19. Saya sendiri bilang maksud dan tujuan NU dan Muhammadiyah itu mulia tetapi pihak lain malah menentang, seperti MUI yg memberikan fatwa bahwa ibadah Qurban tidak dapat diganti dengan uang atau barang. Jika saja orang2 yang mau berqurban sapi atau kambing dinegara kita, diseluruh Indonesia bisa bersatu, lalu mereka memberikan uangnya saja maka akan luar biasa bermanfaat ditengah pandemi covid-19 ini.

Pada tahun 2020 untuk di masjid Istiqlal Jakarta saja jumlah qurban sebanyak 36 ekor, dgn perinciannya sapi 21 ekor dan kambing 16 ekor dan ini baru disatu masjid aja dan bagaimana jika diseluruh Indonesia ? Saya sendiri yakin jika qurban diseluruh Indonesia jika diganti dengan uang maka nilainya akan sampai Triliunan Rupiah.

Jika masyarakat miskin, pedagang kecil, dll yg terkena dampak hebat covid-19 dikasih uang maka akan sangat bermanfaaat dari pada dikasih 1 Kilo daging. Apakah Allah marah jika qurban diganti uang ? Saya sendiri yakin Allah akan sangat senang karena umatnya rasional, sgt mementingkan kemanusiaan dan tidak memahami agama secara harfiah. JK bilang jumlah Masjid dinegara kita ada 800.000 buah. Jika saja ditengah pandemi covid-19 yg semakin meningkat dinegara kita ini, JK menghimbau seperti dia pernah menghimbau ” 50% kotak amal disumbangkan utk Palestina “.

Jika saja masjid diseluruh Indonesia mau bergotong royong, tidak usah 50% kotak amal atau uang kas masjid yg disumbangkan, cukup satu masjid 1 juta saja, 1 juta X 800.000 maka jumlah keseluruhan uangnya sgt besar, disumbangkan utk masyarakat miskin, pedagang kecil, yg kena PHK, dll yg terkena dampak pandemi covid-19, maka manfaatnya sangat besar sekali. Teryata lebih peduli kpd negara lain dari pada negara sendiri. Tidak ada satupun TV dinegara kita yg menggalang donasi covid-19, tetapi malah TV ada yg terus2,an menghantam Presiden Jokowi dgn memutar ulang pidato Presiden Jokowi ” Vaksin covid-19 utk rakyat Indonesia gratis “, TV malah menghantam vaksin gotong royong, vaksin berbayar, padahal vaksin gratis sendiri tetap ada dan tdk berubah.

Saya tertawa, masak dia yg mampu beli sh*bu dan topi seharga 16,6 juta tetapi tidak mampu beli vaksin covid-19 yg harganya tdk sampai satu juta dan minta vaksin gratis. Masak Hotman Paris minta gratis ? Cendana, cikeas minta gratis? Adapun vaksinasi berbayar yg biayanya tidak sampai 1juta itu, bagi orang2 kaya uang segitu hanya uang recehan belaka. Dan akhirnya Presiden Jokowi pun resmi membatalkan vaksinasi berbayar. Apa salahnya jika orang2 kaya dinegara kita membayar vaksin, dengan begitu membantu dan bisa sedikit meringankan beban negara, teryata tidak bisa bersatu, tidak bisa gotong royong Presiden Jokowi memerlukan dukungan rakyatnya, jika rakyatnya bisa bersatu, bisa bergotong royong membantu pemerintah dalam menghadapi pandemi covid-19 ini maka akan cepat berakhir, tetapi berlaku sebaliknya juga.SALAM DAMAI.

Sumber : Status Facebook Asrof Husin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed