by

Indonesia Masuk Negara Berpenghasilan Menengah Ke Bawah

Oleh : Goen Goenawan

Bank Dunia (World Bank) menyatakan bahwa Indonesia kembali masuk ke negara penghasilan menengah ke bawah, alias lower-middle income country. Kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penurunan kelas ini tentu akan memberi pengaruh pada bunga utang, khususnya utang luar negeri non SBN alias utang bilateral maupun multilateral. Mengapa kok Indonesia tidak bisa menjangkau target mengalahkan Jerman?

Penjelasan secara fundamental adalah, bila sebuah masalah dijadikan rutinitas maka kita pun akan menganggap nya bukan masalah lagi. Misalnya begini, ada seseorang yang memiliki teman yang sifat nya tidak jujur. Pertama kali mungkin dia kecewa, kok temannya tidak jujur? Namun ketika itu terjadi berulang-ulang, dan juga sering teman-teman lainnya pun tidak jujur, maka akibatnya dia pun menerima kenyataan bahwa budaya teman-teman nya semua tidak jujur, menjadikan kebiasaan, atau budaya.

Pada saat itu terjadi secara 3-4 generasi dianggap menjadi karakter bangsa. Coba Perhatikan, bahkan suku Sumatra yang terkenal terus terang, akhirnya di bawah budaya Jawa ikut, Jangan ndisiki, Jangan mendului. Jangan rumangsa bisa Jangan melebihi Jadi secara budaya Indonesia tidak ingin temannya unggul. Jangan rumangsa bisa!

Maka bilamana ada tekanan seseorang ingin unggul, dia dijatuhkan. Ada komentar Komisioner KPK, saat dia dulu, pak Bibit Samad & Chandra dikriminalisasi oleh polisi, bahkan ada Abraham Samad ditangkap oleh Direskrimsus gara gara KTP, seluruh Indonesia cuek. Ojo rumangsa bisa! Maka selanjutnya seluruh pejabat, termasuk TNI, polisi, KPK, jaksa semua bersikap harmonis. Jangan ndisiki? Ketika ada Mega skandal abad XXI BLBI pun seluruh Indonesia diam. Tidak ada seorang pun yang ingin membuka tabir rahasia. Semua orang merasa harus ikut harmonis. Jangan rumangsa bisa!

Sumber : Status Facebook Goen Goenawan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed