Mengkalkulasi Pengenaan Pajak Warga Negara

Apalagi? Sik kepanjangan nanti tulisannya.

Di Indonesia, pajak 15% aja kalau di PNS hanya berlaku pada PNS Gol IV. Itupun jumlahnya tidak banyak. Itupun ternyata banyak yang protes.

Kalau dalam negara Islam, zakat jadi salah satu pengganti pajak. Besarannya 2,5% setiap tahun. Itupun ada syaratnya berdasarkan besaran (nishab) dan lama waktu memiliki harta yang memenuhi nishab itu minimal mengendap selama setahun (tahun hijriah kalau tidak salah). Jadi ngitungnya tidak asal. Itu zakat harta. Kalau punya harta lain seperti pertanian, peternakan, emas dll akan dihitung zakatnya lagi.

Dari pembiayaan ini, apa mungkin mencukupi kebutuhan masyarakat yang menuntut kesejahteraan (apa-apa gratis dari negara)?

Saya berkali-kali ngajak ngobrol tentang ini dan berkali-kali mentok tak ada jawaban pasti karena begitu serius ngajak cari data, ternyata kesulitan mencari datanya. Kalau ada data bisalah buat simulasinya, sehingga jika ada yang promosi negara Islam, ada bukti empiris yang valid.

Kemarin saya mencuri dengar teman saya kasih pembekalan untuk mahasiswa LKTI kurang lebih gini, “Kalaupun mau kasih solusi sesuai pandangan Islam, jangan langsung ujug-ujug khilafah”, karena sebelum menuju ke sana, ada pertanyaan besar yang harus dijawab.

Kalau ada sumber selain zakat, ada juga sumber keuangan dari Ghanimah, harta rampasan perang. Sayapun iseng, jangan-jangan negara yang perang terus itu sedang mendanai negaranya melalui ghanimah?

Kalau dari sumber kekayaan sumber daya alam? Berapa banyak sih SDA kita sehingga mampu membiayai penduduk sebanyak Indonesia? Arab, yang sumber minyaknya ratusan kali lipat Indonesia dan penduduknya jauh lebih sedikit dari Indonesia aja, sekarang sudah mulai beralih tidak bergantung pada minyak. Apa Indonesia yang SDAnya tidak seberapa banyak, itupun yang gagal investasi juga banyak, masih mengandalkan SDA untuk mendapatkan pemasukan negara?

Lantas, kalau kita mau jadi negara Islam, bagaimana mendapatkan dana untuk memenuhi kebutuhan warganya?

Uneg-uneg pagi hari ini.
Sugeng enjing sederek sedoyo ….

Sumber : Septin Puji Astuti

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *