by

If I don’t steal someone else will gonna steal it

Oleh : Atoillah Isvandiary

Entah sepertinya memang Yerusalem – kota yang sebenarnya tidak strategis dan tidak nyaman untuk ditinggali ini, kalau musim panas gersang kalau musim dingin anginnya menggigit ini- ditakdirkan untuk diperebutkan sepanjang jaman, dan dinubuatkan akan selalu seperti itu.

Salah satu kota tertua di dunia yang didirikan oleh suku Yebus lebih dari seribu tahun sebelum masehi ini, kemudian direbut oleh suku Israel dipimpin oleh Daud AS, lalu direbut oleh bangsa Babylonia, lalu Persia, Yunani, Romawi, Arab, Frank, Tatar, Mamluk, Turki, dan terakhir Inggris, tentu menyimpan paradoks: ribuan tahun disakralkan berbagai agama sejak pagan, Yahudi, Kristen, hingga Islam, tetapi juga menyimpan memori belasan kali kehancuran dan kebangkitan kembali yang disertai dengan jutaan nyawa yang harus menjadi persembahannya.

Sehingga tak seorang pun sebenarnya berhak mengklaim kepemilikan tanah yang disucikan ini hanya berdasarkan tradisi, karena sebagaimana peradaban yang beradab, kepemilikan mestinya harus dibuktikan oleh hukum. Kecuali dari sudut pandang yang merebut. Dan dalam konteks konflik Israel-Palestina di era modern ini,

meskipun kepemilikan tanah dimiliki oleh bangsa Arab, maka dari sudut pandang Israel, kalau bukan dia yang merebut, maka toh israel lain yang akan merebut. Memang begitulah selalu logika penjajahan. Dan penjajahan, seharusnya sudah tidak diberi tempat di dunia modern ini.

Sumber : Status Facebook Atoillah Isvandiary

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed