by

Horor DKI

Oleh : Karto Bugel

Jakarta sepertinya makin dibuat horror oleh Gubernurnya sendiri. Bayangkan, dia berkunjung ke tempat peti mati diproduksi. Disorot dan komunikasi dengan penjaganya diperdengarkan dalam video itu. Intinya, tempat itu buka 24 jam. Tak ada terdengar suara marah. Apakah itu tentang pesan bagi warga Jakarta agar tak perlu khawatir bahwa stock peti mati masih banyak atau pesan dengan maksud yang lain, sulit kita dibuat mengerti.

Mungkin maksudnya baik. Tapi memamerkan peti mati dalam kondisi seperti ini tak tampak ada elok terlihat sebagai pesan apa pun ingin dia sampaikan. Anehnya, ketika terkait sebuah kantor asuransi, video marah sang pimpinan dipamerkan. Dia terdengar marah pada karyawan kantor asuransi tersebut karena masih tetap buka.

Bukankah jenis kantor seperti itu justru memang harus tetap buka? Pada saat situasi tak menentu seperti saat ini, pelayanan berupa klaim nasabah menjadi sangat krusial bukan? Mungkin maksudnya juga baik yakni ingin terlibat langsung dalam pengawasan melekat pada wilayahnya namun tempat yang dia sidak ternyata bukan obyek harus ditutup saat PPKM ini.

“Ada apa dengan gubernur ini?” Aneh karena untuk kebutuhan kematian dalam rupa peti dia terlihat santun. Sementara untuk kebutuhan darurat warga yang masih hidup dan mungkin sangat bergantung pada klaim tersebut, justru dia minta untuk ditutup? Serius, itu horror banget bagi siapa pun terlebih pada mereka yang nonton adegan peti mati itu dan apalagi sedang dirawat di rumah sakit karena virus ganas ini.

Bukankah berita bahwa hari ini jumlah tertular di Jakarta adalah yang tertinggi di Indonesia. Mencapai 9.366 orang? Dalam 24 jam ini, pasien meninggal di DKI Jakarta berjumlah 142 orang dan itu menempati urutan ke 3 setelah Jateng dan Jabar…RAHAYU.

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed