by

Fiqih Jihad

Korban mulai berjatuhan, banyak anak-anak muslim kita jadi korban kekeliruan dalam memahami fiqih jihad. Bom bunuh diri atau upaya membunuh polisi dan menghalalkan darah sesama muslim. 
Semua ini terjadi begitu saja di depan hidung kita di siang hari bolong. 

Lalu bagaimana kita menghadapi fenomena ini? Apakah kita akan ingkari adanya syariat jihad dalam Islam? Ataukah justru kita jelaskan saja apa adanya, bagaimana konsep jihad yang syar’i sesuai dengan ketentuan para fuqaha.

Saya lebih memilih untuk membedah saja. Mumpung banyak orang pada salah kaprah, justru inilah saatnya kita pelajari secara lebih serius. 

Nanti kita jadi tahu bahwa membunuh nyawa sesama muslim itu bukan jihad. Bahwa tidak semua orang kafir itu halal darahnya. Bahwa jihad itu bukan jalan hidup, tapi hanya salah satu alternatif bila semua cara tidak bisa dijalankan. 

Dan yang paling penting bahwa jihad itu harus di bawah koordinasi waliyyul-amri, tidak boleh jihad itu dijalankan sendiri-sendiri atau secara swasta. Semua harus dibawah satu komando resmi negara. 

Oleh karena itu tidak dikenal jihad yang justru malahan melawan negara dan waliyyul-amrinya sendiri. Membunuh petugas negara,polisi dan tentara, itu namanya pemberontakan alias bughat. 

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed