by

Fakta-Fakta tentang Sumbangan Keluarga Akidi Tio

Oleh: Gustaaf Kusno Prabudi

Mulai bermunculan skeptisisme dari berbagai kalangan tentang donasi yg fantastis 2 triliun dari seorang Akidi Tio. Mari kita kupas dari sejumlah “hard facts” yg sdh terlansir di media massa.

  1. Akidi Tio sdh meninggal pada thn 2009 (berarti 11 thn y.l.). Mustahil ybs meninggalkan surat wasiat yg mengatakan bhw kekayaannya diwakafkan utk penanggulangan Covid-19 secara eksklusif. Krn pd thn itu tak ada seorang pun bisa membayangkan alias memprediksi bakal ada pandemi covid yg sedemikian dahsyat. Kalo pun surat wasiat itu ada, paling banter redaksinya akan berbunyi “disumbangkan untuk kegiatan kemanusiaan (filantropis) dan menunjuk badan/yayasan yg diberi wewenang utk mengelolanya”. Ini yg perlu dan harus ditunjukkan oleh kuasa hukum ybs. Tidak bisa ahli warisnya (apakah anak kandung atau keluarga terdekat) ujug2 menyerahkan bantuan 2 triliun, no matter how noble the deed is. Ini menyangkut duit yg luar biasa besarnya, kalau 1-2 miliar saja bolehlah diterima tanpa perlu diselidiki macam2.
  2. Dana 2 triliun itu tersimpan di bank di Singapura, bukan di bank di Indonesia. Apakah otoritas keuangan sdh dilapori tentang uang yg mengendap ini mengingat Akidi Tio adalah WNI. Penyerahan dana 2 triliun ini pun ditujukan ke rekening Kapolda Sumsel dan pihak yg ditunjuk mewakili penyerahan dana 2 T ini adalah dokter Hardi yg tidak ada kaitan kekeluargaan dgn Akidi Tio. Jadi, bukan salah satu anak ybs (ada 7 orang anak biologis ybs) yg menyerahkan kpd Kapolda. Sesuatu yg amat tidak lazim dan menimbulkan tanda tanya dlm publik.
  3. Dalam statement saat penyerahan secara simbolis kpd Kapolda Sumsel hanya disebutkan dana hibah ini untuk membantu penanganan covid. Tidak disebut apakah bantuan ini ditujukan kpd warga Sumsel atau kpd seluruh warga Indonesia. Bahkan dana ini ditransfer ke rekening pribadi Kapolda Sumsel, bukan ke rekening pemda Sumsel atau rekening pemerintah pusat.

Inilah sejumlah hard facts yg perlu diluruskan oleh pihak berwenang. Bukan utk mempersulit org utk berbuat kebaikan atau kemuliaan bagi kemanusiaan, tapi utk menghindari kecurigaan sementara pihak tentang adanya “udang di balik batu”.

Kalo semuanya nanti sdh di-clear-kan, maka jadi lega semuanya bhw dana yg luar biasa besarnya ini memang murni semata utk tujuan kemanusiaan. Tidak ada ganjalan atau pun paranoid bhw semuanya ini cuma sandiwara. Ini memang tugas pihak yg diberi kuasa utk menyerahkan bantuan donasi segera mengklarifikasi isu2 di atas. Kan gak enak sekali, kalo kita mau berbuat kebaikan, tapi malah dicurigai ada motif tersembunyi di situ.

(Sumber: Facebook)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed