by

Agama Itu Alat Atau Tujuan

Oleh : Karto Bugel

Konsekwensi logis membawa agama untuk berpolitik adalah agama akan di perlakukan sebagai obyek. Dianalisa dan dikaji seperti orang memperlakukan partai politik sebagai sebuah kendaraan.Kecerdasan kolektif manusia yang terganggu dan kemudian muak dengan fenomena itu akan dengan mudah membongkar mitos mitos yg dahulu dianggap tabu. Agama akan dengan mudah ditelanjangi dengan diskusi ilmiah dan data atas hal itu tersebar dengan sangat massif.

Klik saja kata kuncinya tak perlu harus jauh pergi ke perpustakaan. Jadilah itu bahan bagi diskusi. Dan kolektif mereka akan membawa argumen dahsyat bagi penyanggahan.Pada titik itu, esensi iman sebagai hubungan pribadi manusia dengan Tuhannya sebagai hal utama pada agama yang kita yakini suci justru menjadi bahan gurauan tak pantas.

Seharusnya kita yang beragamalah yang wajib menempatkan iman dan keyakinan kita pada tempat seharusnya. Agama yang kemudian dimanfaatkan segelintir oknum pada ranah politik dan kekuasaan hanya akan membuat agama terpapar pada keharusan logis seperti partai politik yang memang selalu logis demi kekuasaan.Berbeda ketika agama digunakan sebagai ajaran moral.

Berbuat baik pada sesama karena DIA yang maha baik yang kita kenal melalui agama mengajarkan hal itu. Sudah saatnya kita tutup semua sikap kritis kita hanya demi mencari cela dan kurang pada ajaran agama. Jalani saja…

karena arah dan sasarannya adalah tentang perbaikan diri.Saya Indonesia, anda juga. Adakah begitu penting anda berzirah agama dan saudara kita yang lain bertameng suku dan kita dibuat saling bentur hanya karena kepentingan politik dan kekuasaan segelintir orang? Sudah saatnya kita bangun dari lelap tidur dan indah mimpi yang mereka janjikan. Keindahan itu hanya milik mereka yang terpilih. Kita? Tetap sama seperti kemarin. Bahkan lebih buruk. Kita yang kemarin bersaudara kini banyak yang tak lagi saling bersapa bukan?

Agamamu, agamamu. Agamaku, agamaku. Itu kalimat luar biasa bagus , kenapa kita abai?Dari tanah pertiwi ini makanan yang masuk kedalam tubuh kita, dihasilkan. Dari air yang mengalir pada bumi pertiwi ini pula, dahaga kita tersembuhkan. Dari udara yang menyelimuti pertiwi ini, kita menemukan makna hidup. Adakah bijak kita berpaling dari padanya? ..

RAHAYU.

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed