by

Bersedekah Hanya Hari Jum’at

Oleh : Budi Santosa Purwokartiko

Seorang ibu yang biasa berkeliling dari satu rumah ke rumah orang-orang tidak beruntung di sekitarnya untuk memberikan sumbangan, suatu saat mendapat pertanyaan dari penerima sedekahnya “Mengapa nggak kemarin ngasihnya, kan hari Jum’at? Jum’at berkah.”Ibu itu terkesima lalu bilang bahwa semua hari penuh berkah. Jadi kalau berniat memberi sumbangan ya kapan saja ada dan waktunya longgar ia akan berkeliling memberikan bantuan.

Ibu penerima itu kabarnya seorang ustadzah, tapi kurang beruntung. Dia mengajarkan begitu dan diajari begitu. Paham matematika pahala nampaknya sudah menyebar kemana-mana, masuk sampai ke dalam sumsum. Segala sesuatu dihitung-hitung imbalannya. Sebagai penerima mestinya dia berterima kasih mendapat bantuan meski pada hari Sabtu. Bayangkan kalau setiap orang beramal nunggu hari berkah, orang2 yang nggak punya beras pada hari Senin sampai Kamis mau makan apa?

Untung banyak orang baik yang waras. Berbuat baik ya karena ingin berbuat baik. Jadi dunia bisa sedikit diselamatkan. Bahkan ibu yang baik itu mendengar ada beberapa yang ikut pengajian dengan menyerahkan 10% hartanya untuk guru pengajiannya. Aduh biyung tobil tobil ….anak kadal…. Bisa dimaklum Indonesia berada di tingkat bawah dalam hal kemampuan matematika, sains dan membaca. Seperti diukur dalam PISA (Programme for International Student Assesment), ranking kita selalu di bawah dan nilai kita dibawah rata2 internasional negara2 peserta PISA. Ketika belajar matematika aplikasinya menghitung pahala, hal2 yang bukan menjadi urusan manusia. Ketika belajar di sekolah dasar dibiasakan menghafal entah doa atau ayat, bukannya memahami lewat membaca. Belajar sains juga sukanya mencocokkan dengan isi kitab suci, bukannya mengeksplorasi.

Orang2 bule membuat software opensource untuk segala bidang (software musik, platform untuk e-learning, software untuk komputasi, simulasi, sampai media sosial) dishare untuk siapa saja yang ingin belajar dan menggunakannya. Dari sana kita memperoleh banyak manfaat untuk mengisi kehidupan ini. Para bule berbuat begitu tanpa menghitung-hitung pahala dan diluncurkan pada hari apa saja. Kita diajari untuk menghitung amal dengan pahala maksimal. Orang-orang di sini harus dibangunkan agar sadar untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi siapa saja tanpa sibuk menghitung2 amalnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed