reportase
Hadir Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Pertama di Indonesia
Rupiah Menguat, Kembali ke Bawah Rp 14 Ribu per Dolar AS
Lalu, renmimbi China menguat 0,03 persen, dolar Hong Kong 0,02 persen, dan ringgit Malaysia 0,01 persen. Hanya yen Jepang yang melemah 0,02 persen dari dolar AS.
Sementara, mayoritas mata uang negara maju juga menguat dari dolar AS. Euro Eropa menguat 0,65 persen, dolar Australia 0,38 persen, poundsterling Inggris 0,29 persen, dan rubel Rusia 0,01 persen. Namun, dolar Kanada dan franc Swiss melemah masing-masing 0,08 persen dan 0,02 persen.
Ketua MUI : Jokowi Adalah Presiden Pilihan Allah
Peraih Medali Asian Games dan Para Games 2018 Akan Dapat Bonus Uang, Rumah dan CPNS
Sedangkan bonus untuk pelatih, manajer, asisten pelatih, CdM dan pimpinan cabang olahraga serta pendukung lainnya, menurut Menpora Imam Nahrawi, juga sedang dipersiapkan.
Ia menyebutkan, saat ini ada anggaran untuk bonus sekitar Rp60 miliar dengan asumsi tertentu jika nanti bonus melampaui kebutuhan nominal itu maka akan disiapkan anggaran baru dari Kemenkeu.
Alasan Telegram Diblokir, Menkominfo: Ada 17 Ribu Halaman Teroris
Kompolnas Nilai Kaesang Tak Lontarkan Ujaran Kebencian
Komisioner lainnya, Poengky Indarti menyatakan setuju tidak ada hatespeech yang diucapkan anak bungsu presiden itu. "Kalau dianggap tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan perkaranya ya harus dihentikan. Kami melihat memang tidak ada unsur pidananya," ujar Poengky.
Andrea Hynan Poeloengan yang juga duduk di jajaran komisioner mengucapkan hal yang sama dengan dua rekannya. Dia mengaku bingung menemukan kalimata mana dalam video Kaesang yang berbau ujaran kebencian.
"Saya sudah menonton video tersebut dan saya bingung di mana ujaran kebenciannya?" tandas Andrea.
Sebelum Menikam Dua Anggota Brimob, Pria Ini Teriak Thoghut
Jokowi Batalkan Program Sekolah 8 Jam Sehari
BNPT: Penyebaran ISIS di Jawa Timur Sudah Menyebar di 16 Daerah
Hamli mengatakan, bahwa di masing-masing kabupaten/kota sudah ada orang-orangnya ISIS. Namun orang-orang tersebut sekarang ini menjadi sleeping sel.“Jadi kegiatannya seperti orang biasa, perlahan bergerak. Nah orang-orang ini tidak bisa ditangkap karena belum ada bukti yang cukup,” kata Hamli seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Senin (12/6).









