politik
Dunia Intelijen dan Politik
Bajak Sejarah Nusantara, HTI Produksi Film Propaganda Politik
Industri Politik Indonesia
Sekarang kursi ketua MPR jadi ajang rebutan, Gerindra mau sebagai jatah hasil rekonsiliasi, PKB pengen karena mereka yg merasa pantas, PAN mungkin juga nafsu, karena dgn muka tembok mereka mulai jongkok, ngemis, kalau perlu nangis agar dapat mengais. Kalau ntar sudah duduk baru mereka bersilat lidah, demi rakyat dsb yg biasa mereka lakukan mukul kawan atas nama kepentingan.
Kalah Dengan Hina
Tidak Menerima Kekalahan
Mendukung calon Bupati kalah, mendukung calon Presiden kalah. Parahnya, tetiba dia sendiri yang mencalonkan diri atau berkompetisi dalam amanah yang lain juga kalah.
Lalu dari semua kekalahan itu, di medsos dia selalu menunjukkan jarinya ke arah orang lain, dan menuding bahwa penyebab kegagalan itu berasal dari orang² di luar dirinya.
Masuk Kabinet
Dalam adegan kedua justru orang-orang ingin mengikut Yesus. Tentu saja Yesus tidak sekonyong-konyong menerima mereka. Yesus memberikan gambaran tantangan berat yang akan dilakoni juga oleh para pengikut-Nya dengan “Aku tak memiliki tempat untuk meletakkan kepala”. Melihat jalan berat yang akan dilalui, orang-orang itu njipèr. Dengan berbagai alasan mereka membatalkan mengikut Yesus.
Hakim Wakil Tuhan Dibumi Dalam Memutuskan Hukum
Gus Dur : Salahkah Jika Dipribumikan
Dengan sendirinya lalu muncul kedambaan akan pemulihan posisi dan kekuatan melalui pencarian paham yang menyatu dalam Islam, mengenai seluruh aspek kehidupan. Dibantu oleh komunikasi semakin lancar antara bangsa-bangsa muslim semenjak abad yang lalu, dan kekuatan petrodollar negara-negara Arab kaya minyak, kebutuhan akan ‘penyatuan’ pandangan itu akhirnya menampilkan diri dalam kecenderungan sangat kuat untuk menyeragamkan pandangan. Tampillah dengan demikian sosok tubuh baru: formalisme Islam.










