Putaran kedua

Fix, Lontaran Tanah 430.000 Ha Milik Prabowo Hanya Konfirmasi

ilustrasi

Dalam dua debat, ketika Pak Jokowi mengkonfirmasi janji-janji Prabowo yang sok sosialis, mengininkan pemerataan kekayaan, anti kapitalis, Jokowi dituduh menyerang Pribadi. Hey cengeng sekali kalian. Itu bukan serangan terhadap personal, tapi menunjukan janji capres kalian itu omong kosong.

Menjawab Fitnah Jokowi Pakai Receiver Saat Debat Putaran Kedua

ilustrasi

2. Tiba2 Pak Jokowi punya KEAHLIAN IBLIS: bisa mendengar dan langsung mengulangi, dan mampu juga menyimpan data suara apa yg dia dengar setelah apa yg dia ulangi. Artinya, Pak Jokowi punya kemampuan mengulangi pada saat realtime, lalu juga mempu nge-save data suara yg juga masih terkirim sampe 2 menit. Saya tanya, IBLIS apa di dunia yg punya kemampuan yg sama dg Pak Jokowi???

Frekuensi

ilustrasi

Berbeda jika anakmu kerdus yg sekolahnya nyogok, yg punya android hanya dipake untuk nyebar hoax WAG (sehingga sekelas menkominfo kan berkata, internet cepat untuk apa), mereka hanya perlu kau ajari trik2 kong kalikong untuk bisa menguasai tanah ribuan hektar. Ato menipu rakyat dengan bungkus agama. Maka hidupnya akan sejahtera.

Dari Debat Putaran Kedua, Rupanya Prabowo Tuan Tanah

ilustrasi

Bagaimana dengan anak? Teringat sebuah pantai bernama Dreamland di daerah Pecatu Bali, lokasi pantai ini berada dalam kompleks Bali Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort) yang ekslusif berdiri jajaran hotel dan villa mewah, dan sekelilingnya masih terhampar ber hektar-hektar tanah kosong, yang informasinya dimiliki dan dikuasai ipar sang capres.

Soal Infrrastruktur Jadi Materi Debat Kedua, Bakal Bikin Prabowo Kelojotan

Itulah pentingnya infrastruktur dan lagi yang banyak berkoar-koar tentang infrastruktur itu adalah orang Jawa. Lihatlah masyarakat luar Jawa, mereka menyambut gegap gempita adanya kemajuan di wilayah mereka. Efek perbaikan infrastruktur itu kemana-mana bukan sekedar kemudahan bepergian. Infrastruktur itu tonggak bagi distribusi, pengendali harga, ketepatan waktu, psikologis masyarakat dan lain sebagainya. Apa yang mau dipersoalkan lagi? Soal hutang?

Debat Terakhir, Anies dan Sandi Tak Memberi Jawaban

Ilustrasi

Namun keunggulan itu tak berlaku dalam perkara birokrasi. Dan ini berakhir dengan mengenaskan dalam momen ketika Djarot diberikan kesempatan bertanya pada Sandi. Djarot bisa mencium kelemahan Sandi perkara birokrasi, dan itulah yang ditanyakan: bagaimana cara membantu Gubernur dalam menyusun KUA-PPAS.

"Apa itu KUA, Pak? Supaya orang di rumah juga tahu," kata Sandi.

Jika Anies-Sandi Jadi Gubernur, Warga Jakarta Akan Dibuat Bahagia

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Jangan pesimis dulu dengan kemampuan Anies-Sandi dalam mengelola Ibukota Jakarta, walau keduanya belum pernah pengalaman jadi pejabat tinggi, paling tidak Anies sudah pernah duduk di birokrasi yang bergengsi.

Pages