munas NU

Antara Konsili Vatikan II Dan Munas Alim Ulama NU

ilustrasi

Kini kaum sarungan Nahdhatul Ulama, yang kokoh memegang tradisi, yang jumlah anggotanya 60 juta menurut Kyai Hasyim Muzadi, 120 juta menurut Gus Dur, atau bahkan 143 juta menurut Lembaga survey IndoBarometer tahun 2000 (dari 234 juta penduduk Indonesia) membuat semacam ‘fatwa’ mengejutkan dalam sebuah perhelatan resmi Munas (Musyawarah Nasional). Dokumen Nostra Aetate dan Lumen Gentium sejatinya adalah dokumen teologis, rumusan teologis, dengan latar belakang historis dan teologis, dan bertujuan teologis.

Yang Benci Hasil Munas NU, Para Perusak NKRI

ilustrasi

Negara konflik di Timur Tengah juga luluh lantak oleh doktrin kebablasan dan disalahgunakan ini. Mengapa kebablasan? Karena Rasulullah sendiri bergaul baik, bertransaksi dengan non muslim Madinah. Rasul juga tdk memanggil Pamannya Abu Thalib atau Mukhayriq yg Yahudi dengan sebutan "Hei Kafir".

Keputusan Munas NU Soal Kafir Dari Sudut Non Muslim

ilustrasi

Memang dalam perjalanan sejarah gereja, ada masa di mana kekristenan memandang orang lain yang beda agama sebagai kafir, dan olehnya mesti dikristenkan. Tapi saya kira masa itu telah lalu oleh pencerahan dan proses humanisasi. Teologi Kristen kini, melalui pendalaman biblis, makin meyakini bawa di luar umat yang beragama Kristen pun kemuliaan Allah dapat ditemukan. Bahkan Allah dapat bekerja melaluinya.

Sebutan Kafir dan Nonmuslim

 

1. Sebutan 'kafir' tidak bisa digunakan dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nonmuslim di NKRI tidak termasuk dalam empat jenis kafir yang ada dalam fiqh siyasah. Yang ada hanyalah 'WNI' dan 'bukan WNI'. Sehingga tidak relevan jika kontes politik, urusan administrasi, dan urusan lain berkaitan konteks tadi, orang kita dibedakan berdasarkan 'muslim' dan 'kafir'.

Pages