by

Yang Masih Perjuangkan Khilafah, Tertinggal Peradaban

Oleh : Islah Bahrawi

Manusia yang kepalanya masih tertinggal di abad pertengahan, tapi kakinya ada di abad milenium.

Mau sepintar apa pun ilmu agamanya, mau alumni pesantren mana pun, tapi jika fitur logika berfikirnya tidak di non-aktifkan, maka dia akan menutup sendiri ilmu-ilmu yang dikuasainya. Otaknya akan dikuasai dan dikendalikan orang lain.

Pak Ahmad Zen ini diyakini sangat menguasai ilmu agama, tapi dengan ringannya dia bersumpah atas nama Tuhan untuk mempertegas tuduhannya. Padahal dia tidak menyaksikan sendiri peristiwa lahirnya Pancasila dan situasi Soekarno pada zamannya.

Inilah dampak negatif politisasi agama akut. Kepintaran seseorang menjadi buntu oleh kekecewaan orientasi politik lalu dia merawat kecewanya dengan membelokkan sejarah sebagai alat fitnahnya. Dia bahkan tidak sadar, kalau pun dia anti Pancasila harusnya hengkang dari Indonesia. Berpindah ke negara yang menggunakan sistem Khilafah sebagai impian terbaiknya. Tapi ke negara apa? Tidak ada satu negara pun di dunia yang mau menggunakan sistem politik ini.

Sistem Khilafah adalah bagian dari sejarah peradaban manusia pasca kenabian pada abad pertengahan (After the prophet era). Pada periode itu, hampir semua bangsa di dunia menggunakan metode kepemimpinan seperti Khilafah yang dilakukan oleh bangsa Arab, meski dengan nama yang berbeda. Mungkin hanya sistem semodel ini yang paling layak bagi peradaban manusia pada zamannya.

Oleh karena itu, marilah kita belajar sejarah. Dengan mengetahui sejarah, kita bisa melihat secara jernih berbagai fakta hari ini dengan melihat masa lalu untuk melihat masa depan.

Pancasila dan NKRI harus tetap tegak berdiri! Jangan pernah percaya ideologi politik impor yang berasal dari bangsa-bangsa yang tidak pernah berhenti bertikai. Bangsa kita adalah budaya kita, dengan segala kearifan lokalnya yang Bhinneka Tunggal Ika.

#lawanintoleransi

#lawanpolitisasiagama

#2024tanpapolitikidentitas

Sumber : Status Facebook Islah Bahrawi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed