by

Yahudi Dalam Al Qur’an

Oleh : Ahmad Sarwat

Al-Quran banyak sekali bicara tentang yahudi, bahkan banyak persoalan yang masih jadi titik perbedaan pendapat di kalangan internal yahudi, justru dipecahkan oleh Al-Quran

.إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَقُصُّ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَكْثَرَ الَّذِي هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

Sesungguhnya Al Quran ini menjelaskan kepada Bani lsrail sebahagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya. (QS. An-Naml : 76)Ketika Al-Quran banyak bicara tentang yahudi, memang sifatnya umum, universal dan sepanjang masa. Namun jangan lupa bahwa tiap ayat pasti punya asbabun-nuzul yang sangat erat kaitannya dengan konteks turunnya masing-masing ayat itu.Kalau kita bicara metodologi tafsir bil-ma’tsur, maka pastinya tidak akan lepas dari konteks turunnya ayat itu, khususnya di masa ketika Nabi SAW sudah hijrah pindah ke Madinah. Konteksnya saat itu memang orang-orang Yahudi ini sudah duluan berdatangan ke negeri Arab dari asal mereka aslinya yaitu negeri Syam.

1. Bani Israil

Selain disebut yahudi, kadang mereka juga disebut dalam Al-Quran sebagai ‘Bani Israil’, bahkan surat ke-17 dinamakan Surat Bani Israil, selain nama lainnya yang lebih populer : Surat Al-Isra’. Disebut Bani Israil karena hakikatnya mereka memang anak-anaknya si Israil. Kata ‘bani’ itu maskudnya memang anak keturunan. Seperti kita menyebut Bani Adam yang artinya anak-anak keturunan Nabi Adam alaihissalam. Lalu Bani Israil? Siapakah Israil itu? Ternyata Israil ini nama seorang nabi, yaitu Nabi Ya’qub alaihissalam. Beliau ini adalah ayah dari Nabi Yusuf alaihissalam, sekaligus ayah dari 11 anak lainnya. Nabi Ya’qub ini sebenarnya punya ayah dan kakek yang juga sama-sama nabi utusan Allah. Beliau itu anaknya Nabi Ishak alaihissalam. Dan Nabi Ishak itu adalah anaknya Nabi Ibrahim, saudaraan tuh sama Nabi Ismail alaihimassalam.

Kalau Nabi Muhammad SAW secara nasabnya adalah keturunan dari jalur Nabi Ismail. So, Bani Israil sebenarnya adalah keturunan Nabi Ibrahim generasi ke-empat. Ibrahim > Ishaq > Ya’qub (Israil) > 12 anak (termasuk Yusuf). Tentang ke-12 anak Israil ini, ada sebagian kalangan yang menghubungkannya dengan 12 mata air di masa Musa, sesuai dengan ayat berikut

وَإِذِ اسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا

Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. (QS. Al-Baqarah : 60)

2. Ahli Kitab

Kadang juga mereka disebut sebagai ahli kitab. Sebutan ini sebenarnya bukan hanya khusus yahudi saja, tapi nasrani juga masuk di dalamnya. Bahkan semua umat nabi-nabi terdahulu yang mendapatkan kitab turun dari langit sebenarnya juga masuk kategori ahli kitab.Namun kalau dikaitkan dengan konteks di masa turunnya ayat itu di Madinah, yang langsung nongol di depan mata adalah orang yahudi. Sebab jumlah orang yahudi di Madinah cukup dominan dibandingkan dengan nasrani.

Nasrani bukan tidak ada di tanah Arab, namun mereka lebih banyak tinggal di Mekkah. Ingat kan pendeta nasrani saudaranya Khadijah yang bernama Waraqah bin Naufal. Ketika disebut dengan ‘ahli kitab’, nampaknya konteksnya lebih sebagai agama yang dipeluk. Misalnya ketika Allah SWT menyebut pembagian orang kafir yang terdiri dari ahli kitab dan musyrikin.

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ

Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,Dan ahli kitab itu ditempatkan di neraka Jahannam sebagaimana disebutkan dalam ayat berikutnya.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al-Bayyinah : 6)Namun Ahli kitab tidak semuanya kafir. Ada juga mereka yang beriman kepada kenabian Muhammad SAW. Misalnya ayat-ayat berikut ini

:لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). (QS. Ali Imran : 113)

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Dan sesungguhnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya. (QS. Ali Imran : 199)

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed