by

Tuntutan Mahasiswa

Oleh: Erizeli Bandaro

Saya tidak melihat tuntutan mahasiswa sekarang ini dengan agenda yang jelas. Kecuali mereka melaksanan agenda politisi oposisi yang berlindung di balik ketiak mahasiswa. Mereka tidak siap Pemilu diadakan 2024. Yakin bakalan kalah. Makanya dibuat demo agar chaos sehingga Jokowi jatuh dan UU tentang presidential threshold bisa dibatalkan. Dan membuka peluang presiden altenatif sepeti Rocky Gerung dan RR maju.

Mengapa?

Pertama. Soal penundaan pemilu, sudah ditegaskan oleh Jokowi agar menteri berhenti berwacana. Tetapi mahasiswa minta agar Jokowi bicara kepada publik. Kan permintaan lucu. Mengapa ? Iru yang melemparkan wacana penundaan pemilu kan partai. Dan itu memang ranah mereka . Mana bisa presiden larang. Apalagi Jokowi bukan pimpinan partai.

Nah kalau ada menteri yang omong soal penudaan pemilu itu memang salah. Dan udah Jokowi tegor. Mau gimana lagi sayang? Maunya mereka dipecat. ? nah itu masuk akal. Sampaikan saja baik baik, engga usah pakai demo segala.

Kedua. Kenaikan harga BBM dan minyak goreng itu sudah konsekuensi harga pasar. Mana bisa pemerintah melawannya. Emangnya negara komunis seperti korea utara. Kecuali ada intervensi negara lewat subsidi. Nah, Pertanyaannya kalau harus subsidi, lantas mana lagi uang untuk produksi dan pembangunan infrastruktur ekonomi. Coba dech hitung berapa total Subsidi kalau harga BBM engga naik. Berapa subsisi untuk Migor. Gede boss.

Ambil contoh aja. Kebutuhan BBM setahun 75 miliar liter. Rp 1000 aja subsidi per liter, itu udah Rp 75 triliun. Lah Pertamax saja masih disubsidi Rp 3000/liter. Itu artinya Rp 225 triliun. Belum lagi BLT subsidi Migor. Itu sama dengan ongkos bangun jalan kereta Lampung- Aceh atau dua kali anggaran kereta cepat. Dan itu hanya dibakar ? Mikir!

Tetapi kok malaysia bisa harga BBM murah? itu negara hampir bangkrut akibat hutagn MD1. Penguasa tidak punya cara lain untuk bertahan dari tekanan publik untuk eksis dengan rasional. Subsidi keniscayaan. Apa itu harus kita tiru? Apa kita serendah malaysia? dan lagi penduduk kita hampir sepuluh kali dari Malaysia. Engga aple to aple dibandingkan.

(Sumber: DDB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed