by

Tontonan Shalat

Oleh : Abdullah Faishol

Nonton Sholat di Lapangan Banteng, cukup menggelikan. Demo sholat atau sholat untuk demo. Demo sholat biasanya dilakukan santri TPA/TPQ, di mana ustadz memberi aba-aba dengan suara takbir dan memperhatikan gerakan sholat santrinya, jika salah dibetulkan.

Tapi sholat untuk demo itu bukan tujuan sholat sebagai sarana komunikasi dengan Gusti Allah, karena sholat hanya semata-mata untuk Allah (lillahi rabbil alamin). Sholat dipakai sarana demo dan dipamerkan, itu kemungkaran yang cukup besar. Sholat pakai dirigen (bukan Bilal karena Bilal biasanya ikut sholat), dan mengamati orang yang sholat, sementara yang lain pada menonton.

Tuntunan (sholat) malah menjadi tontonan. Fenomena yang lebih menarik lagi, ada yang sholat ‘nangkring’ di atas mobil, pikirnya bisa menjadi perhatian banyak orang, malah dibukakan kedok kesalahannya, memalukan sekali. Jubahmu dan sorbanmu, ternyata tidak menjamin kesalehanmu, Allah akan membuka kedok keangkara murkaan yang selama ini disuarakan dengan lantang, melebihi suara TOA.

Selama ini orang menganggap kesalehan seseorang diukur dengan pakaian jubah, seperti cerita senetron misteri gunung Merapi, ternyata bukan? Bisa jadi malah merusak ajaran Islam.

Sumber : Status Facebook Abdullah Faishol

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed