by

Story is King

Oleh : Yuswo Hady

Saya dapat video ini dari grup WA. Isinya salah satu UKM, resto Star Steak di Wonosobo, yang mempromosikan nama dan alamat gerainya dengan cara yang kreatif sehingga konten tersebut di-forward dari satu grup WA ke grup WA yang lain. Apa yang terjadi jika konten ini cuma berisi video “selling” dengan rentetan foto menu, gerai, n pramusaji yang ramah? Pasti boring n nggak ada satupun netizen yang mau nonton.

Tapi Star Steak mengemas kontennya ke dalam sebuah “cerita” dengan nuansa humor 🤣🤣🤣 yang membuat kita senyum2 sendiri. Di tengah stres n kecemasan akibat COVID-19, humor adl emas. Tak heran jika konten2 humor semacam ini begitu mudah menjalar di grup2 WA. Impact-nya membentuk AWARNESS n COVERAGE pesan luar biasa Itu sebabnya saya menyebut pemasaran WOM (word of mouth) adl cara pemasaran yang LOW BUDGET, HIGH IMPACT.

Kuncinya adalah STORY. Yaitu bagaimana kita mengolah STORY sehingga RELEVANT n menciptakan EMOTIONAL CONNECTION dengan audiens. McD x BTS menciptakan WOM karena kekuatan STORY dari gimmick product (BTS Meals) yang disebar-luaskan oleh para ARMY. Bear Brand menciptakan WOM karena kekuatan STORY produk yang diyakini konsumen selama bertahun2. BTS Meals, Bear Brand, n Star Steak sama2 menghasilkan WOM, namun ada beda antara 2 yang pertama n yang terakhir.

Bedanya, STORY dari BTS Meals n Bear Brand “nyambung” dengan value proposition yang ditawarkan 2 brand global tsb. Sementara STORY yang dibangun Star Steak tidak direlasikan dengan value yang ditawarkan, cuma sekedar mempromosikan alamat gerai. Untuk sebuah UKM tentu ini sudah sangat bagus, namun akan lebih bagus jika STORY tsb menohok ke value proposition resto. Story ENGAGE customer through emotions. It CONNECTS customer to others. It builds customer TRUST. Follow @yuswohadywww.indonesiaindustryoutlook.com | bit.ly/IIO-S2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed