by

Si DO ITB

Oleh : Johny Saleh

Ketika terjadi pemberontakan ITB anti Soeharto tahun 1978, semua aktivis ITB, baik pengurus Dewan Mahasiswa seperti Heri Akhmadi, Aussie Gautama, Indro Tjahjono, Joseph Manurung, Kemal Taruc, Rizal Ramli, maupun dosen seperti Wimar Witoelar, ditahan di penjara CPM Jln. Jawa, Bandung.

Semua mereka itu dengan gagah berani menjalaninya, ditahan ber-bulan² dan diadili serta divonis penjara ber-tahun². Mereka hidupnya saat itu disokong oleh Ibu Azis Saleh, yang waktu itu ‘panglima laskar anti Soeharto’. Jadi saya tahu lengkap ceritanya.

Malah beberapa waktu kemudian, setelah seusainya hukuman penjara, mereka menyelesaikan kuliahnya, lalu ada yang ditampung kerja pada saya (dan Wangki Saleh). Semua konsisten anti rezim diktatur korup, kecuali satu orang. Dia ini baru beberapa hari dalam tahanan sudah lantas menangis me-raung², mencium kaki para tentara interogator (penyidik), minta² maaf, dan minta diampuni Soeharto.

Itulah Rizal Ramli!! Oleh Pangkopkamtib Sudomo lalu dia diampuni, dengan syarat keluar dari ITB. Dengan senang dia drop-out dari ITB. Apalagi karena dengan itu dia bukan cuma diampuni rezim OrBa, juga malah disekolahin ke luar negeri, di ‘univ. pasti doktor’ (tapi bukan ‘unpad’ lho …).

Jadi ya begitulah kelasnya si Dapang tukang kawin (sudah 3 atau 4 kali kawin) itu.Teman² aktivis 1978 kalau menyebut dia “si DO ITB”.

Sumber : Status Facebook Johny Saleh

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed