by

Sense Of Crisis

Oleh : Eddy Sinang Trenggono

“Yang ditunggu rakyat itu adalah manfaat dari setiap rupiah yang dibelanjakan Pemerintah. … ” Itu adalah sepotong kalimat yang saya ingat dari pidato Presiden Jokowi di suatu acara baru baru ini. Maknanya luar biasa dalam bagi para pejabatPemerintah yang telah diberi kepercayaan Negara. Apalagi dalam situasi perekonomian sedang defisit, banyak perusahaan dan usaha tutup, banyak karyawan di PHK yang berdampak pada peningkatan pengangguran dan kemiskinan.

Siapa yang paling terkenal dampak?Tentu rakyat bawah yang tidak mampu menyisihkan pendapatannya untuk ditabung. Bukan kelompok yang masih menyimpan banyak rekening dan asset. Bukan kelompok pejabat dan pegawai yang masih menerima gaji bulanan dari APBN.

Kalimat Pak Jokowi diatas tentu ditujukan pada para pejabat Instansi Pemerintah dan BUMN, BUMD, Gubernur, Bupati dan seterusnya intinya “Jangan Boros! ” dalam. menggunakan uang rakyat. Optimalkan setiap rupiah uang APBN dan APBD yang keluar secara langsung tidak langsung kembali lagi manfaatnya ke rakyat.

Sementara itu beberapa waktu lalu Pak Erick Thohir sempat kesal melihat Direktur sebuah BUMN yang rugi, makan makan di sebuah restoran mahal / mewah di daerah Thamrin. Itu hanya salah satu bentuk gaya hidup sebagian pimpinan BUMN/ BUMD yang masih boros.

Masih banyak lagi bentuk gaya hidup mereka yang seharusnya bisa dihemat, misalnya masalah fasilitas mobil dinas, penggunaan kelas pesawat dan kelas kamar hotel saat perjalanan dinas, dekorasi kantor, membership, entertain, social activities, dllDalam situasi krisis seperti ini , berkali kali Presiden juga dengan tegas selalu mengatakan ” Jangan menjalan kan bussines as usual, pejabat harus punya sense of crisis “.Artinya : Ya hemat lah jangan boros!! Prioritaskan yang penting dan bermanfaat.

Karena itu uang 265 juta rakyat yang kebetulan dititipkan pengelolaannya pada mereka sebagai pejabat negara. Dalam situasi saat ini Boros saja haram, apalagi kalau nilep!?… Tapi masih saja ada yang tega.

Sumber : Status Facebook Eddy Sinang Trenggono

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed