by

Memiliki (To Have) dan Menjadi (To Be)

Oleh : Sum Kuning

Rumah kredit yg harusnya keliyan miliki 15 th atau 25 tahun lagi, sudah bisa ditempati sekarang. Mobil kredit yg harusnya keliyan miliki 5 tahun lagi, sudah nangkring di garasi setelah membayar sekian DP. Orang2 semakin terbiasa melipat masa depan untuk memiliki banyak hal yg diinginkan. Dan cerita sedih akibat pandemi yg menurunkan penghasilan, banyak terjadi karena orang terlalu tamak dan memiliki kewajiban bayar kredit lebih dari sepertiga gaji. Ketika penghasilan tinggal setengah dan tidak ada lagi margin gaji dan cicilan, orang terjerat dalam kekusutan hutang. Dan orang jadi membenci barang yg sudah dimilikinya tersebut lalu ingin menjualnya.

Memiliki (to have) berbeda dg menjadi (to be).-Ketika gue melihat sekuntum bunga indah dan tergoda MEMILIKInya, gue akan memetik bunga tersebut. Tanpa sengaja gue menghancurkan kehidupan bunga tersebut. Keinginan memiliki membuat gue merasa berkuasa dan menyakiti.-Tetapi jika gue MENJADI seorang pencinta keindahan, gue akan memandangi bunga tersebut dg kekaguman, membiarkan ia tetap di dahannya dan kenangan akan keindahan bunga tersebut mengisi kebahagian gue.

Memiliki suami berbeda dg Menjadi istri.- MEMILIKI (obyek) suami, membuat gue merasa berhak atas laki gue, meminta apa saja, menyuruh2nya betulin genteng (padahal dia capek), buka2 hp-nya, mencemburuinya buta atau menjauhi keluarganya ketika ada potensi konflik, atau menyuruh bekerja lebih keras demi uang dapur.- MENJADI istri membuat gue akan menghargai suami setara, dan berbagi tugas secara adil mendidik bocil, menata rumah tangga dan mencari nafkah.- MEMILIKI profesi pemimpin (direktur, pejabat, dokter atau manager) membuat orang merasa berhak atas gaji yg besar, hak2 khusus, memerintah anak buah dan tidak menghargai atau mendengar keluhan dan kesulitan anak buah, karyawan, atau pasien.

MENJADI pemimpin membuat orang lebih berkewajiban menghargai secara baik & adil, membantu bahkan melayani karyawan dan klien. MEMILIKI cenderung berorientasi pada hak, sedangkan MENJADI lebih berorintasi pada kewajiban. Kecenderungan umumnya tergantung pada nilai yg terlanjur sudah ada pada istilah sebelumnya : – pemerintah akan cenderung memerintah rakyatnya (berpotensi dg kesewenang2an), berbeda dg terminologi public servant (di LN) di mana pegawai negeri lebih berorientasi melayani rakyatnya.- kepala keluarga, istilah untuk suami.

Ini juga potensi terjadi kese-wenang2an, karena kepala bisa memerintah anggota keluarga semaunya sendiri. Kembali ke (hasrat) memiliki ;Jika keinginan memiliki begitu obsesif, orang akan selalu didera rasa takut kehilangan. Semakin banyak memiliki semakin besar rasa takut kita akan kehilangan. (Ini menerangkan kenapa golongan yg paling panik dan ketakutan oleh pandemi adalah kelas menengah ke atas dalam hal pendidikan dan ekonomi). Tetapi dengan menjadi, kita tidak terlalu takut akan kehilangan karena perasan cinta kita lebih rela dan membebaskan.

Pertanyaan renungan ulang tahun gue yg sudah kepala empat malam ini :Lebih baik memiliki lalu kehilangan atau lebih baik tidak memiliki dan tidak merasa kehilangan ?

Sumber : Status Facebook Sum Kuning

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed