by

Senjakala Amien Rais

Oleh : Lantip Wicaksono

Entah kualat kepada Gus Dur atau turut andil dalam penjatuhan Ahok Ketika menjabat Gubernur DKI, Amien Rais kini menuai ulahnya sendiri. Bukan dibalas oleh keluarga Gus Dur apalagi dilawan Ahok melainkan berbagai cobaan di usianya yang kian renta datang bertubi-tubi. Sudah kredibilitasnya sebagai tokoh hancur, anaknya mencoreng nama baiknya, tidak bisa memperoleh dukungan dari partai yang didirikannya, membangun komunitas juga tidak meraih simpati publik.

Dipikirnya rakyat Indonesia mudah sekali ditipu seperti jaman orde baru dahulu. Kini rakyat sudah cerdas, tidak lagi mau mengkonsumsi agitasi, propaganda apalagi fitnah-fitnah dengan mengumpamakan perjuangan agama. Entah apa yang ada dikepala seorang profesor serta mantan ketua umum salah satu ormas terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah, diakhir hayatnya malah sangat menyedihkan. Mengapa tidak mencontoh keteladanan AR Fachrudin atau Buya Syafii Ma’arif?

Rasa-rasanya julukan bapak reformasi kini tinggal cerita belaka, tak lagi identik dengan Amien Rais. Jangankan simpatisan PAN, di akar rumput banyak kader Muhammadiyah merasa malu dengan sepak terjang pria kelahiran 1944 itu. Serangannya kepada presiden Joko Widodo tak pernah usai. Dan luar biasanya, dengan kelonggaran serta penghormatan yang tinggi presiden malah mengundang Amien Rais ke istana negara. Adakah sejarah presiden Indonesia pernah melakukan hal itu?

Masalah terakhir yang paling memukul Amin yakni kisah perceraian anak ketiganya, Mumtaz Rais dengan Futri Zulya yang merupakan Ketua Umum PAN dan kini menjabat Menteri perdagangan. Bukan hanya itu, terbuka informasi bahwa Mumtaz sering mengkonsumsi minuman keras, melakukan KDRT, mengkonsumsi obat kuat serta tudingan mengalami gangguan jiwa. Bahkan sopir Futri dalam persidangan mengaku sering dipaksa mengkonsumsi minuman keras juga.

Bukan hanya itu catatan negative Mumtaz. Sebelumnya pernah cekcok dengan pimpinan KPK gegara diingatkan oleh Wakil Ketua KPK, Nawawi Pamolango. Nawawi membantu awak kabin mengingatkan Mumtaz yang sedang menelpon padahal sudah berada didalam pesawat di bandara Makassar dalam keadaan mengisi bahan bakar. Suara Mumtaz menurut Nawawi mengganggu penumpang lainnya. Pun Ketika Mumtaz berniat menyumbang 100juta ke pondok pesantren Gus Miftah jika memilih dirinya. Karuan saja Gus Miftah mengklarifikasi bahwa pondok pesantren Ora Aji miliknya tidak dijual untuk kepentingan apapun.

Berbagai problem berat itu nampaknya yang membuat istri Mumtaz, Futri Zulya langsung berganti nama menjadi Putri Zulkifli Hasan paska perceraiannya dan disahkan oleh Pengadilan Negeri pada Juni 2022.

Nampaknya pria beranak lima tersebut makin getol menyerang berbagai penjuru demi menutupi bongkahan-bongkahan kotoran yang mulai terbuka satu persatu. Kita tahu bahwa alumni Chicago University itu merupakan pendiri Partai Amanat Nasional. Pada Medio Juni tahun lalu mengaku dikeluarkan dari partai berlambang matahari terbit. Namun Viva Yoga Muladi membantah sebab PAN identik dengan Amin Rais sehingga tidak ada satupun pengurus DPP PAN yang setuju mengeluarkan.

Partai politik yang dominan warna biru tersebut didirikan ayah 5 anak itu bersama Hatta Rajasa, Faisal Basri, Goenawan Mohammad, Rizal Ramli, Albert Hasibuan, Abdillah Toha, Toety Herati, Zoemrotin hingga Emil Salim. Meski demikian, hanya Rizal Ramli yang masih terlihat dekat. Bahkan sejak 2018, 5 pendiri PAN yaitu Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty, dan Zumrotin.mendesak Amin Rais yang menjabat Ketua Dewan Kehormatan PAN untuk mundur. Dua dari lima alasan permintaan mundur sangat menohok yaitu penggunaan agama sebagai alat politik untuk kekuasaan dan sebagai ilmuwan ilmu politik telah gagal mencerdaskan bangsa dengan ikut mengeruhkan suasana dalam negeri dalam menyebarkan berita yang jauh dari kebenaran tentang kebangkitan PKI di Indonesia.

Dalam sejarah reformasi Indonesia terutama proses menurunkan Soeharto, Amien disebut-sebut berhasil menggerakkan mahasiswa. Namun tidak sedikit pihak yang meragukan hal itu. Mengapa? Pada awal pergerakan mahasiswa, Amien Rais lebih banyak berbicara di televisi sebagai akademisi dan tidak ikut turun ke jalan. Baru setelah gelombang aksi mahasiswa meluas dan massif, barulah Amien keluar dari zona nyaman di kampus. Keraguan akan kiprah Amien Rais menguat Ketika menurunkan Gus Dur dari jabatan Presiden. Padahal naiknya Gus Dur didukung oleh Poros Tengah yakni koalisi PKB, PAN, PPP, PKS (dulu masih Bernama Partai Keadilan) dan PBB. Mereka berupaya menjegal Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP yang memenangkan Pemilu 1999 dengan dalih Islam tidak merestui pemimpin perempuan.

Merasa berjasa besar ditambah mahasiswa masih banyak yang mendengarkan omongannya, Amien Rais yang waktu itu menjadi Ketua MPR berupaya menyetir Presiden Abdurrahman Wahid. Tahu akal licik Amien, Gus Dur tidak mau dikendalikan dan akibatnya hanya menduduki jabatan presiden 20 bulan saja digantikan Wakil Presiden saat itu, Megawati Soekarnoputri.

Di masa presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mantan akademisi UGM tersebut lebih banyak diam. Hilangnya sikap kritis itu karena berbagai pihak menduga Amien Rais menjabat sebagai komisaris PT Freeport. Menolak tuduhan itu, dirinya sanggup membayar 100 US dollar siapapun yang bisa membuktikan bahwa jabatan komisaris pernah disandangnya.

Di masa Presiden Joko Widodo, sikap ketidaksukaan ayah Hanum Salsabila Rai situ sangat kentara. Berbagai komentar nyinyir nyaris tak berhenti. Meski pernah terpelosok dalam aksi tipuan maut oplas Ratna Sarumpaet, Amin tetap menjadi salah satu garda terdepan bersuara miring tentang Jokowi.

Ia pernah menuding bahwa terdapat kecenderungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Luhut Binsar Pandjaitan mengalami sebuah gangguan kejiwaan bernama sindrom narsisistik megalomania. Persepsi tersebut hadir karena Amien Rais merasa keduanya memiliki sikap merasa paling mengetahui segala hal, dan merasa bahwa mereka yang paling bisa menyelamatkan bangsa.

Bukan itu saja, Presiden Jokowi pernah diminta mundur gegara kasus penembakan 6 laskar oleh kepolisian. Pun termasuk meminta bertemu dengan presiden karena sesumbar bahwa Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) memiliki bukti 90 persen atas pelanggaran HAM berat. Namun hingga hakim memvonis tak bersalah para polisi, bukti tersebut tak pernah jelas atau dibuka kepada publik.

Kini Amin Rais tengah sibuk mengurusi partai barunya, yaitu Partai Ummat. Apalagi tengah dibuka pendaftaran partai politik peserta pemilu 2024. Meski demikian bukan berarti partai Ummat tak dirundung problem. Bahkan tidak lama setelah didirikan, Agung Mozin yang menjabat Wakil Ketua Umum mengundurkan diri. Disusul oleh Wakil Ketua Majelis Syuro, Neno Warisman juga melakukan hal yang sama. Kemudian Wakil Ketua DPD Depok, Syahrial Chan beserta 26 pengurus membuntuti Langkah Agung dan Neno. Pada Desember akhir tahun lalu 17 orang pengurus DPW Partai Ummat Jawa Barat, DPD Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi juga ramai-ramai mundur.

Jadi, apa yang masih ingin kau cari Amien Rais? Sudahlah, beristirahatlah…. Biarlah negara diurus oleh kami-kami ini yang masih memiliki Nurani dalam membangun negeri. Urus saja anak cucumu agar kelak mereka tetap menghormatimu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed