by

Pentingnya Ilmu Agama

Oleh : Fauzan Inzaghi

Pentingnya belajar ilmu agama (walau ilmu zahir) dengan para wali dan ahlillahGuruku pernah menasehatiku, bahwa belajar ilmu agama itu harus dari ahlillah, mereka adalah orang yang ahwal hatinya dan maqam ruhnya memiliki kedekatan khusus dengan allah, yap belajar dari mereka walaupun itu “cuma”ilmu zahir, yap, bahkan ilmu zahir tidak cukup dipelajari dari seorang yang hanya alim zahir tapi juga menguasai ilmu batin, karena ilmu itulah yang akan mempercepat futuh, karena mereka tau bagaimana membuka pintu hati dan menaruhnya ditempat yang tepat disudut hati, dari tempat itulah nur ilmu akan memancar, ilmu yang seperti itulah yang akan mendekatkan kita pada Allah dan yang akan bermanfaat baik untuk dunia kita atau akhirat kita.

Dan beliau juga menjelaskan bahwa jika belajar disyam yang dipenuhi abdal dan calon abdal maka belajar pada orang seperti itu lebih harus lagi, Itu alasan kenapa ulama syam walau mempunyai ilmu yang seluas samudra tapi ada ciri khusus dari kepribadian mereka, yaitu perpaduan antara kecerdasan dan ruhaniyah yang kuat, antara keilmuan dan kewaliyan, antara maqam ijtihad dan martabah badaliyah, dan itu sejak sebelum islam dan sampai islam datang dari zaman sayidina abu darda, imam auzai, imam ghazaly, imam nawawi, imam ibn abidin, sampai zaman imam syahid albuty.

Dan sampai sekarang tradisi itu terus berlanjut, kalau bukan sekarang zaman khafa maka saya akan menyebut nama mereka, walau sebenarnya mereka tidak sedang bersembunyi. Kesamaan mereka adalah fakta bahwa soso ruhaniyah tidak pernah hilang dari mereka sebagai ahli ilmu, bahkan bagi seorang yang tenggelam dalam dunia perang pemikiran, seperti syeikh albuty misalnya, coba dengarkan penjelasan beliau tentang perkembangan pemikiran dunia seolah beliau itu cuma mempunyai sisi akademis dan intelektual saja, tapi jika mendengar penjelasan beliau sampai akhir ketika beliau mulai mengaitkannya dengan rahasia kehidupan manusia, maka kita akan paham bahwa beliau berada dilevel para wali.

Perpaduan jasad dan ruh yang begitu indah.Jadi jangan pernah berfikir kalau ilmu fiqh atau ilmu kalam atau bahkan ilmu mantiq itu ilmu kering dari ruhaniyah seperti yang sering kita dengar, ilmu itu kering tergantung siapa yang menjelaskannya, jika ahlillah yang menjelaskannya ilmu seperti ilmu kalam itu bisa membuat kita gemetaran sampai menangis bahkan melembutkan hati, jika masih mengatakan tidak mungkin berarti kita harus berpetualangan lagi dalam belajar dan mencari guru yang membawa kita pada allah. Bagaimana mungkin ilmu agama dan ajaran rasulullah tapi tidak bisa menyucikan ruh, itu sangat aneh, sebaiknya piknik lagi.

Karena jalsah ilmu dengan guru itu miniatur jalsah sahabat dengan rasulullah saw, dimana ilmu yang didapat dari sana dapat menyucikan sir dan ruh serta menenangkan hati. Jadi sudah seharusnya keadaan kita setelah mengambil ilmu dari ulama pun jadi miniatur keadaan sahabat setelah pulang dari rasulullah saw, karena para ulama itu adalah pewaris ilmu para nabi. Ini sesuatu yang sering dilupakan oleh pelajar yang tidak memperhatikan tentang pentingnya mengambil ilmu dari ahlillah, dimana mereka bisa menunjukan pada kita cara memahami kitab dengan dua jalur sekaligus, jalur membuka buku diperpustakaan dan “berguru” langsung dengan penulisnya.

Sumber : Status Facebook Fauzan Inzaghi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed