Oleh : Budi Santosa Purwokartiko
Pengikut biasanya lebih fanatik dari yang diikuti. Meniru gaya rambut dan baju lebih dari tokoh pujaannya. Padahal tokoh pujaannya itu ya sekedar memakai baju biasa. Dikira itu baju kebesarannya. Satpam lebih galak dari direktur. Kalau kita ketemu satpam sebuah perusahaan sangat sulit untuk sekedar masuk ketemu direkturnya. Padahal kalau yang menemui kita di depan itu direktur dan tahu keperluan kita, nggak akan dipersulit seperti satpam memperlakukan kita.
Saya dulu kenal lagu Koes Plus dari kakakku. Saya akhirnya lebih gila dari kakakku soal Koes Plus. Sampai lagu-lagu yang kakakku tidak tahu, saya tahu dan hafal. Sampai saya nulis buku tentang Koes Plus dengan foto-foto unik yang kakakku mungkin nggak pernah tahu. Banyak cerita yang saya justru akhirnya lebih tahu soal Koes Plus. Bahkan saya saat kecil pernah memimpikan salah satu kakak perempuan saya jadi istrinya personel Koes Plus.
Saya membayangkan kakakku gila Koes Plus seperti saya.
Maka ketika saya menemukan rekaman audio Koes Plus manggung di Wot Gandul Semarang tahun 72 yang sangat langka dan begitu girangnya bercerita ke kakak, ternyata responnya singkat ” iya aku mbiyen nonton ” (iya saya dulu nonton itu) dengan nada datar. Huasyem tenan…
Bagi kakak ngetopnya Koes Plus saat itu ya bagian dari trend jaman. Tidak istimewa. Sepertinya halnya masa remajaku melewati ngetopnya Ebiet. Sekarang dengar Ebiet atau baca sejarah Ebiet ya biasa saja.
Fenomena mirip dengan apa yang terjadi antara kita dan Saudi Arabia. Mereka mengubah cara hidup mengikuti dan menyesuaikan dengan gaya hidup modern, yang mengglobal, mengikuti trend, mencoba hidup dalam pergaulan internasional yang wajar. Aturan yang mengekang dan serba melarang dikendorkan dan diganti yang lebih akomodatif.
Di sini para pengikutnya mati-matian ingin meniru gaya hidup mereka yang mulai ditinggalkan. Kita bersikukuh bahwa itu harga mati , perintah tuhan, tidak bisa ditawar. Bahkan mungkin Tuhan tidak seperti itu. Kita mempersepsikan Tuhan seperti kalau kita berkuasa mutlak, galak tanpa kompromi. Padahal bisa jadi Tuhan tidak begitu. Mirip saya mengasumsikan kakak yang gila Koes Plus, padahal dia sekarang penggemar gending-gending Jawa.
salam rahayu…











Comment