by

Tokoh Pujaan

Oleh : Budi Santosa Purwokartiko

Suatu ketika Pak Jokowi menyatakan bahwa uang pengamanan untuk ‘menjaga’ demo 411, 212 sekitar Rp 100 milyar sehari. Para aktivis yang diundang tidak menyangka Pak Jokowi bercerita itu. Lalu disusul “Jika uang itu dipakai untuk membangun Puskesmas, berapa banyak Puskesmas bisa dibangun. Berapa banyak masyarakat bisa dilayani”Para tamu makin terkesima. Tidak menyangka ke sana arahnya. Betapa presiden Jokowi ini selalu memikirkan bagaimana melayani rakyatnya. Bukan dia anti demo, tetapi demo -demo yang tidak terlalu bermanfaat itu sesungguhnya telah menghilangkan kesempatan rakyat mendapatkan fasilitas yang lebih baik.

Kali lain Ahok bercerita di acara TV Mata Najwa. Dia hentikan kepala dinas pendidikan DKI, lalu diganti orang baru. Orang baru ini diminta berapa uang APBD bisa dihemat jika program2 yang tidak perlu dihilangkan. “bukan berapa milyar, bukan berapa puluh milyar tapi dua koma… Trilyun..” seru Ahok geram. Buat aapa Aok menghemat anggaran DKI? Untuk mebahagiakan warga. Sayang rencanadia membangun RS kanker di lahan Sumber Waras harus terhenti, karena dihalangi para politikus busuk. Seandainya RS itu berdiri berapa banyak masyarakat bisa ditolong?

Kini Bu Risma bersih-bersih database ‘penduduk miskin’ di kemensos. Iya dibersihkan agar bantuan pemerintah sampai pada orang yang tepat bukan manusia fiktif.**

Cerita di atas saya tulis untuk menunjukkan pemimpin-pemimpin yang mengabdi pada masyarakat, yang bekerja untuk rakyat. Mungkin kata-kata yang diucapkan tidak persis begitu. Tapi inti ceritanya begitu. Kata teman saya coklat (cowok klaten), Bambang Hariyanto, banyak orang-orang baik yang justru ditolak oleh orang-orang yang akan ditolongnya. Begitu yang dialami Ahok pada pilgub DKI. Ahok datang untuk menolong, dia tidak korupsi, dia tidak memanfaatkan uang DKI untuk dirinya tapi dia rajin mencari uang tambahan CSR agar bisa membangun tanpa dana dari APBD. Tapi yang terjadi?

Dia justru ditolak oleh sebagain besar masyarakat DKI yang akan dibantunya. Ironis memang. Dia tidak jualan janji surga. Yang dikerjakan yang nyata-nyata dan bisa dilihat, bisa dirasakan. Anehnya kebanyakan tokoh yang sekarang dipuja2 oleh kaum nganu adalah yang justru hanya menawarkan mimpi2 nanti sesudah mati. Orang2 baik seperti Pak Jokowi, Pak Ahok atau bu Risma dibenci tanpa jelas sebabnya. Ada daerah dimana Pak Jokowi dan Ahok sangat dibenci. Itu jadi sikap umum masyarakat. Mereka lebih suka bicara mimpi2. Hoaks dan tipuan terus disebarkan.

Keduanya harus disikapi dengan critical thingking, berpikir kritis dan dirasakan dengan jernih menggunakan akal budi kita. Itu kalau kita mau maju. Orang2 seperti Pak Ahok, Bu Risma, harus diberi peran lebih besar ke dapan…Salam Rahayu….🙏🙏

Sumber : Status Facebook Budi Santosa Purwokartiko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed