by

Para Pendukung Rizieq

Oleh : Karto Bugel

Secara perlahan, kelompok demi kelompok para pendukung rijk telah mulai berdatangan dari banyak tempat di PN Jakarta Timur pada hari ini Kamis 24 Juni 2021. Semakin siang, jumlah para pengunjuk rasa tersebut dikabarkan makin banyak.Tendensius ucapannya pada sidang yang seolah dia tak mungkin lagi bisa menahan jutaan para pendukungnya menghadiri sidang putusan Kamis ini karena Jaksa dianggap telah meremehkan posisinya bukan mustahil adalah penyebabnya.

Dan benar massif ajakan para pendukungnya untuk mendatangi sidang vonis langsung beredar di media sosial. Dan benar banyak dari para simpatisannya kini tampak datang pada sidang vonis perkara hasil tes swab RS Ummi, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Pada sidang dengan acara putusan di PN Jakarta Timur hari ini kerumunan massa sepertinya akan kembali terulang.

Lonjakan drastis jumlah positve pasien pada hampir seluruh daerah di Indonesia tak terlepas dari terciptanya kerumunan saat mudik hingga liburan lebaran Mei lalu. Tak butuh waktu lama, tiba-tiba Indonesia dalam darurat parah dan hampir semua rumah sakit yang ada tak lagi mampu menampung pasien yang datang dalam skala massif dan bergelombamg melebihi skala apapun.

Mereka yang tak tertampung hanya mampu mengeluh lirih pada selasar dan koridor rumah sakit dan RS tak lagi mampu berbuat apapun. Tidak semua korban adalah mereka yang mudik dan piknik. Seringkali, mereka hanya korban sampingan yang juga tak mampu berbuat apapun atas ketidak tegasaan negara dalam menegakkan aturan. Jumlah korban terinfeksi sudah berbicara. Itu bukan lagi sekedar data, mereka adalah nyawa warga negara dan wajib hukumnya negara melindunginya.

Bila segelintir manusia-manusia bebal yang kini tampak ingin memaksakan diri atas nama apapun bergerombol dalam demo di PN Jakarta Timur ini tak tegas ditindak oleh negara, itu menegaskan bahwa pemerintah tak lagi berdaulat pada dirinya sendiri. Aturan hukumnya sangat jelas. Artinya, ada landasan yang benar bagi sikap tegas yang akan pemerintah gunakan. Tak alasan negara takut karena alasan-alasan politis. PSBB masih berlaku secara nasional dan Pemda DKI baru saja mengeluarkan aturan dimana Work from home, uji sekolah tatap muka ditunda, jadwal operasional transpotasi dibatasi hingga mobilitas warga pun terkena aturan dibatasi dan itu adalah bentuk aturan hukum yang saat ini berlaku pada halaman PN Jakarta Timur.

Lunak pada mereka karena alasan politis dan namun dikemudian hari ada jauh lebih banyak lagi masyarakat yang harus terpapar virus jelas adalah bentuk kegagalan negara. Buang alasan-alasan politis. Lakukan apa yang selalu menjadi jargon yakni keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi. Buktikan bahwa itu masih menjadi milik bukan lips service demi simpati sekelompok orang tertentu saja.

Buang alasan politis siapa dibalik pendemo hari ini. Tangkap mereka yang terlihat dan terbukti melanggar hukum. Bergerombol tanpa prokes apalagi dalam bentuk demo yang sudah dilarang adalah pelanggaran. Dan pelanggaran tidak untuk didiskusikan apalagi dipolitisir. Melakukan diskusi dan sikap lunak pada mereka yang melanggar hukum pada demo di PN Jaktim memang bikin aman nama pemerintah namun rakyat akan kembali menjadi tumbal. Uang triliunan rupiah milik rakyat habis sia-sia untuk menyembuhkan rakyat yang seharusnya tak perlu sakit bila negara tegas.

Dan bukankah ketika negara kembali harus berhutang akibat pandemi tak kunjung usai justru kaum itu pula yang akan berpesta demi gorengan dan rakyat banyak sekali lagi harus jadi tumbal? Sampai kapan pemerintah akan berdaulat pada negara ini bila selalu isu politis menjadi rujukan padahal ini murni pidana bukan? “Bukankah pengadilan telah tegas dengan telah divonisnya 4 tahun dari tuntutan jaksa 6 yang tahun?” Pada para pengunjuk rasa yang tak patuh prokes, sekali lagi, pemerintah harus berani tegas. Lakukan tindakan APAPUN yang diperlukan demi keselamatan rakyat yang lebih besar sekaligus demi supremasi hukum…

RAHAYU

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed