by

Mensiasati PPKM Darurat

Oleh : Ditya

Seharian saya ngurus surat surat ke RT/RW untuk keperluan sekolah anak. Ke pak RT lancar, tapi begitu sampai RW agak lama. Sekretaris RW masih isoman, surat menyurat diurus langsung sama pak RW. Masalahnya, pak RW sementara tidak tinggal di rumahnya, beliau tinggal di rumah mertuanya. Mengapa? Karena istrinya yg seorang perawat sedang isoman di rumah, jadi pak RW dan putranya sementara mengungsi.

Setiap hari selalu memantau kondisi istrinya, dan sejauh ini semakin membaik. Saya yg harus sabar dan mengerti, karena kondisi pak RW memang sedang pontang panting, urus sana sini. Seharian ngurus kerjaan, anak dan istri, baru malam tadi pak RW sempat ke rumah kami utk tanda tangan. Malam ini jam 8, suami saya ketemuan sama kepala produksi suatu pabrik urusan kerja. Kenapa malam malam? Karena karyawan pabrik tersebut baru pulang kerja lembur.

Sejak kasus covid meningkat, karyawan produksi pabriknya dibagi 2 bagian. 2 hari kerja 2 hari libur. Jadi beban kerja harian meningkat karena karyawan berkurang sementara target pengiriman ekspor tetap. Semua dalam kondisi pontang panting.

Situasi pontang panting seperti ini dialami banyak orang ditengah pandemi yg meningkat. Tapi sayangnya seperti ini kok masih tega mencaci caci, emang kalau panjang jempol ya gitu. Pelayanan Pemerintah mungkin blm memenuhi ekspetasi semua masyarakat, tp sejauh ini sudah berusaha sebaik baiknya. Alangkah lebih baiknya diselesaikan dan dihadapi bareng2, gak ada guna lagi nyalah nyalahin. Saling support, saling doa supaya cepat selesai.

Jangan kalau pas keluarganya sakit mewek mewek sampai menyuap Tuhan, seolah seolah mau menukar nyawanya. Tapi pas enakan dikit langsung mencaci caci pemerintah. Kalau ada yg paling layak mengumpat tentunya para nakes yang benar benar mengambil resiko, bukan kita2 yg cuma nyocot gak membantu sama sekali.

Sumber : Status Facebook Ditya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed