by

Masalah Ekonomi Turki

Tapi apa yang terjadi?
Pesta kredit. Pertumbuhan kredit mencapai 40% pada tahun 2019 dan tahun 2020 terus tumbuh sampai 12%. Yang lebih konyol adalah banyak perusahaan dan BUMN menarik pinjaman luar negeri dengan jaminan Pemerintah atau two step loan. Bank pinjam ke luar negeri dan kemudian disalurkan ke korporat. Sementara bisnis tidak mendatangkan hasil akibat krisis global dan kini dicampur COVID-19
Cadangan devisa terkuras untuk bayar utang akibat defisit neraca perdagangan dan jasa. Belum lagi devisa dipakai untuk menahan agar LIra tidak jatuh. Yang lebih konyol lagi, bank central pinjam dollar untuk melakukan operasi pasar. Ya jadi santapan hedge fund player. Karena kini cadangan devisa lebih banyak utang daripada tabungan.
Jadi apa solusinya ?
Solusi itu ada pada diri Erdogan sendiri. Masalah dia kan mengharamkan kenaikan suku bunga. Dia sepertinya lebih mendengar kata ulama, yang menganggap suku bunga itu kayu bakar api neraka. Padahal suku bunga itu alat untuk mengendalikan uang agar lebih stabil dan focus kepada sektor real yang efisien. Kalau uang lebih banyak beredar, inflasi tinggi, ya naikan suku bunga. Nanti kalau inflasi sudah rendah, turunkan lagi suku bunga. Gitu aja. Solusinya hanya ada pada mindset Erdogan. Kalau dia mau berubah yang selesai masalah.
“ Uda kenapa Perusahaan Florence direstruktur modalnya. Utangnya dilunasi. Enak banget. Kenapa Yuni engga juga dapat.”
“ Business nya alat berat. Sekarang karena krisis dan covid, sangat terpukul. Saya akan gandeng China masuk untuk sehatkan bisnis dia. Itu sebabnya saya restruktur modalnya agar dapat value bagus waktu China masuk. Kenapa?
“ Yang lain juga uda restruktur. Bisnis property dan lainnya juga. Kenapa Yuni engga.?
“ Kamu kan tahu, Property kena dampak akibat covid dan krisis. Yang lain juga kena. Kalau tidak direstruktur bisa bahaya. Dampaknya bisa PHK”
“ Ya kenapa Yuni engga ?
“ Emang bisnis kamu ada masalah? Kan engga ada. “
“ Yuni juga stress mikirin utang.”
“ Saya tahu kapan saatnya restruktur. Jangan dikte saya. Ada apa sih kamu ?
“ Uda udah berubah.”
“ Duh mulai dech. Kamu sahabat saya. Itu tidak akan berubah. Udahan dech bikin saya pening.”
“ Ya uda. “
“ Nah senyumlah. Secepatnya kamu ke Ankara selamatkan agent kita di sana. Bila perlu tutup aja. Cutloss.”
 
(Sumber: Facebook Diskusi dengan Babo)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed