by

Prabowo Unggul di Survei, Dibayangi Resesi Dunia

Oleh: Erizeli Bandaro

Hasil survey, Rangking 1 tetap prabowo dan kedua Ganjar dan ketiga adalah Anies. Lucunya yang rangking tiga semangat benar. Sebenarnya, kalau udah mendekati dua tahun pemilu, hasil survey tidak berubah, itu pasti tidak akan berubah banyak nantinya. Ingat, hasil survey Capres tahun 2014, posisi Jokowi itu 33% lebih. Itu mengalahkan Prabowo dan lainnya. Dan terus naik ratingnya sejak dia jagi Gubernur DKI. Sekarang baik Prabowo, Ganjar, Anies, tidak ada yang setinggi Jokowi hasil surveynya.

Sementara capres yang lainnya seperti ET, SU, Airlangga, AHY, hasil survey mereka masih satu digit. ANehnya pede aja mencalonkan diri dan terus aja beriklan. Jadi fenomena apa ini? “ Sebenarnya ini fenomena tidak tahu diri dan tidak tahu malu. Bisa juga karena silau dengan jabatan Presiden dan udah orgasme sebelum naik ranjang.” Kata teman satire. Saya senyum aja. Tetapi ada benarnya. Mereka tidak punya prestasi fenomenal untuk pantas di pilih tetapi mereka percaya sistem akan menjadikan mereka presiden.

Sistem apa ? ya oligarki bisnis yang bisa mempengaruhui oligarki politik untuk melontarkan mereka ke panggung nasional menjadi RI-1. Membayangkan hidup sangat terhormat. Dapat pengawalan 24 jam. Tinggal di istana. Dan berkuasa atas sumber daya nasional. Dan tentu membayangkan bisa berbuat apa saja karena kekuasaan itu. Tapi mereka lupa. Bahwa proses politik tidak akan sepenuhnya bergantung kepada kekuatan uang. Karena sekarang dan kedepan keadaan ekonomi tidak sedang baik baik saja. Proxy asing pada bokek.

Saran saya, lebih baik kerahkan semua sumber daya politik untuk menghadapi goncangan eksternal akibat ancaman resesi dunia yang sedang melanda. AS memang sudah masuk resesi. China ekonominya sedang kontraksi. Tentu akan berdampak kepada turunnya permintaan. Disituasi defisit anggaran, lesunya pasar sangat renta terhadap ketahanan ekonomi kita. Pabrik akan banya lakukan PHK. SEmentara barang barang impor akan naik. Pasar SBN akan semakin kering likuiditas.

Jadi sebaiknya mari focus atasi ekonomi. Engga usah bermimpi terlalu tinggi jadi presiden. Tunda aja Pemilu. Entar kalau ekonomi sudah mapan, silahkan pemilu lagi.

(Sumber: Facebook DDB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed