by

Manusia dan Wabah

Oleh : Munawar Khalil

Sejarah awal manusia sejak ribuan tahun lalu menurut Harari adalah sejarah penindasan, penguasaan, bahkan pemusnahan. Salah satu tipologi kuat Sapiens itu penguasaan. Karenanya kedatangan mereka pada suatu lokasi baru biasanya adalah untuk menguasai seluruh sumber daya, bahkan menindas kelompok lain. Homo Solensis punah pada 50.000 tahun lalu, Denisova tak lama sesudahnya, dan Neanderthal 30.000 tahun lalu. Diperkirakan homo-homo itu punah karena digenosida olah nenek moyang kita Sapiens sebagai homo terakhir.

Puncaknya adalah ketika mereka menemukan batu dan api sebagai alat bertahan hidup, yang lalu disempurnakan dengan mitos dan pengaruh spiritual untuk membangun hegemoni kelompok. Yang lebih mengejutkan lagi menurut Harari, keunggulan Sapiens juga dikarenakan memiliki kemampuan bahasa yang tidak saja sekedar untuk bekomunikasi, tapi juga untuk berbisik, bergosip, dan mengatur strategi baik itu bertahan ataupun menyerang. Suatu kemampuan yang tidak dimiliki oleh homo, apalagi makhluk lain.

Teori gosip, terdengar seperti lelucon dan tidak pernah kita perkirakan sebelumnya sebagai salah satu sifat dasar dan kelebihan Sapiens. Namun sejumlah studi mendukung kebenaran teori ini. Peneliti menemukan bahwa gosip digunakan sebagian besar manusia dalam rangka mencari celah kesalahan orang lain untuk mencapai suatu tujuan五. Teori gosip makin menemukan jalannya dalam dunia teknologi informasi postmodern super cepat saat ini melalui sarana perangkat digital yang kita kenal dengan media sosial.

Seperti milyaran tahun lalu jauh sebelum Sapiens ada, alam juga terus bergerak dengan hukum adaptasinya sampai saat ini. Artinya setiap makhluk harus beradaptasi dengan keadaan yang selalu berubah, maka ia akan selamat. Pandemi saat ini, adalah salah satu keadaan yang telah mengubah banyak hal tadi. Gaya hidup, pola interaksi, pola kerja, pola belajar, juga termasuk tata cara beribadah. Alam sesuai hukum kekekalan massa-nya juga melakukan seleksi terhadap makhluk hidup. Yang mampu akan bertahan, yang gagal akan tumbang.

Pertanyaannya, apakah homo seperti kita ini bisa kalah oleh makhluk ber-sel tunggal seperti virus kecil, bukan oleh manusia lain seperti ingatan terpendek kita? Jawabannya bisa. Dunia mengalami 2 wabah mematikan, yaitu wabah Justinian di Mediterania abad ke-6, dan wabah Black Death di Eropa pada abad 14-an. Wabah Justinian membunuh seperempat penduduk dunia. Wabah Black Death membunuh setengah penduduk dunia. Jika mundur kebelakang lagi kepunahan-kepunahan homo lain juga sebenarnya tidak hanya karena penguasaan antar sesama homo. Selain karena cuaca, ledakan gunung berapi, ditabrak asteroid, tentu juga karena wabah penyakit yang disebabkan oleh virus, makhluk sangat kecil yang hanya bisa terlihat dengan bantuan mikroskop.

Apa poinnya? Nikmati hidup, tetap berhati-hati, jaga ketat prokes, semangat. Apapun yang terjadi tetaplah bahagia五. Karena sejarah manusia akan masih panjang, dan kita hanya bagian kecil dari pergerakan evolusi yang akan terus berubah五五五.Positifnya, setiap berlalunya sebuah musibah, pasti akan diikuti juga oleh kejadian besar dan pola kehidupan baru yang mengubah banyak hal, terutama cara berpikir kita五.

Sumber : Status Facebook Munawar Khalil

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed