by

Logika Sesat Pendukung Prabowo Hitung Soal Panjang Jalan Desa

Dengan asumsi 1m3 menggunakan 10 sak semen 50kg, maka ketemu 1.146.000.000 sak.

Nah disinilah mengubah satuan dari sak ke kg, dia melakukan kesalahan fatal. Dia menyebut dengan satu sak 50kg, maka beratnya menjadi 57.3 Milyar Ton Semen. Kalau pengali kg, tentu hasilnya seharusnya kg.

Jadi 57.3 milyar kg semen, atau 57,3 juta ton semen. Bagi empat tahun, jadinya 14,325 juta ton. Angka ini sudah di bawah total produksi semen Indonesia yang 102 juta ton. Jadi istilah pendobosan tadi, layak dipertanyakan.

Apalagi, masih menggunakan asumsi lebar jalan 6m, ini mungkin ybs belum mengetahui jalan desa seperti apa, kurang jalan-jalan ke desa. Karena jalan desa itu adalah jalan yang tidak dibuat oleh kabupaten, atau provinsi, atau pusat, dan dia lebarnya bervariasi, tapi jarang yang bisa lebih dari 3m. Bahkan ada yang cuma lebar 1m sebagai jalan untuk menembus persawahan, atau kurang dari 2m untuk jalan perkampungan yang cukup untuk motor lewat.

Jadi kalau misalnya pakai rata-rata 3m, maka kebutuhan semen kurang lebih 7,1625 juta ton/tahun .

Ini belum lagi, tidak semua jalan menggunakan semen. Ada jalan yang merupakan peningkatan dari jalan tanah ke jalan kerikil. Atau ada yang membuat jalan baru yang masih berupa jalan tanah.

Kang Yadi yang jadi inspirasi tulisan, sudah menyadari kekeliruan fatalnya dalam melakukan perhitungan, yaitu angkanya lebih besar 1000x lipat, itu penyebab kenapa analisanya jadi aneh.

Nah, keliru melakukan perhitungan, apalagi dalam suasana informal di medsos, buat saya sih bukan masalah besar. Tapi kalau ngitung aja belum tentu bener, ya jangan menggunakan kata kasar untuk menghina orang lain lah.

Itu bukan akhlaq yang baek.

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed