Kritis dan Adil

Oleh : Rani Rachmani Moediarta

Aku amat paham kegeraman banyak orang terhadap oknum yang kelakuan dan kiprahnya sebagai dalang banyak kerusuhan bertahun-tahun ini nyaris tak tersentuh hukum itu. Tetapi, kawan, bila tak berhat-hati, dan asyik memainkan umpan cerita di wilayah pribadi, kita bisa bablas juga. Tidak fokus pada kejahatan yang jelas-jelas pantas mendapatkan hukuman.Jangan sampai kita jadi setara esjewe: pukul rata menghitamkan apapun yang dilakukan rezim ini seraya merasa diri paling putih dan berusaha terus memutihkan kelakuan siapapun yang berani menentang pemerintah!

Sampai-sampai hoax Ratna Sarumpaet yang amat berbisa itu pun dibela dan dianggap dusta biasa-biasa saja, gembong FPI yang begitu zolim terhadap negeri ini justru dianggap tokoh yang terzolimi, dan para pecundang yang provokator massa mau diangkat jadi pahlawan HAM. Dan Gabener yang jelas-jelas jualan agama dan nggak becus bekerja bisa-bisanya dijunjung setinggi gubernur New York! Bila menuruti selera dan standar esjewe, dan efpe-i tak jadi bubar, entah berapa banyak gangguan dan kerusuhan terlaksanakan di lapangan dan entah berapa bom yang terus meledak memakan korbannya.

Mimpi di siang bolong begitu tiada guna dan amat sangat membahayakan massa di bawah yang udah pasti jadi korbannya. Esjewe sih cuma membacot sambil duduk-duduk di kursi empuk. Picek sebelah begitu mustahil menyelesaikan masalah!

Aku juga tetap takjub pada kenekatan esjewe yang modus pembelaannya sama: asal melolong-lolongkan HAM tanpa melihat fakta dan kenyataan. Reputasi internasional, kok pemikiran dan kelakuan tak beda preman lokal? Masa sih hari gini, densus berani menangkap tersangka tanpa lebih dulu pegang bukti dan mengikuti SOP! Apa sih mau para esjewe itu? Polisi tidak boleh bertindak cepat sebelum bom meledak lagi? Munarman tak boleh ditangkap meski polisi sudah pegang bukti-bukti?

Mengapa kita tidak menunggu proses peradilannya dulu sebelum tudang-tuding dan grasa-grusu bela-membela kayak kambing kebakaran jenggot? Takut bener bilang seorang teroris bila memang ada bukti rencana meneror? Jokowi saja bolak-balik kalian tuduh otoriter, tiran, opresif, tanpa bukti dan tanpa menunggu diadili dulu. Karena dia penguasa? Penguasa tak berhak dapat perlakuan adil? Jadi cuma teroris yang layak dapat keadilan dan praduga tak bersalah???Udah terlalu banyak esjewe membacot tiada guna bukan karena nuraninya ingin bela yang benar dan berpihak pada yang tertindas, tapi demi reputasi diri, agar terlihat tetap “kiri-tis” di mata para kolega, dan sekadar nekat bela opini diri dan kawan-awan sehaluan!

Sumber : Status Facebook Rani Rachmani Moediarta

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *