by

Jebakan Cult

Oleh : Nyoto Raharjo

Manusia dilanda ketakutan, lalu terpikat dan akhirnya terjerat cult ( yang pada scope besar dinamakan agama ) adalah akibat ketakutan yang muncul didalam diri mereka, takut tidak diakui, takut merasa sendiri, takut tidak memiliki komunitas, takut ketika kelak mereka mati, tidak ada orang yang mengiringi jenasahnya ke pemakaman, takut dianggap tidak bertuhan, dsbnya.

Cara merekrut anggota cult biasanya dilakukan orang terdekat, atau didatangi dari rumah kerumah oleh para pencari anggota dan pada era sekarang, mereka lebih efisien menggunakan medsos ; dgn cara mengirimkan ajaran-ajaran melalui medsos secara berkesinambungan. Dihadirkan pula kesaksian-kesaksian palsu pengikutnya untuk meyakinkan calon-calon pengikut baru akan manfaat yang akan didapat, jika bergabung dengan cult mereka. Pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan diberlakukan, agar anggota tidak lagi bisa belajar segala sesuatu diluar ajaran yang sudah ditetapkan oleh cult yang bersangkutan.

Pengikut-pengikut itu berusaha dijauhkan dari ajaran dan berita-berita diluar sana ; setiap hari mereka diwajibkan untuk membaca dan mendengarkan ajaran-ajaran cult tersebut dan ditanamkan kedalam otak mereka bahwa ajaran yang mereka terima saat ini adalah satu-satunya ajaran kebenaran. Sedangkan ajaran lain diluar ajaran yang mereka terima dari cult, dibilang sebagai ajaran setan/sesat. Kasus Jones Town, Gereja Scientology, kuil New Vrindaban di West Virginia USA, sampai ISIS, Hamas, dll .. pada akhirnya menguak kebusukan-kebusukan mereka. Sekilas, seakan mereka mengajarkan kebaikan, tapi faktanya semua itu penipuan … !!!

Pengikutnya dicekoki ajaran yang membatasi mereka untuk mengetahui perkembangan dunia luar ; mereka dibentuk untuk jadi robot yang cuma bisa bergerak sesuai kemauan penciptanya. Disuruh bekerja tanpa upah, ya dilakukannya dengan senang hati seolah bekerja untuk tuhannya .. disuruh bunuh orang, ya dibunuh .. disuruh ngebom orang yang tidak ada salahnya terhadap mereka, ya langsung di bom .. disuruh mati dengan dijanjikan kehidupan di surga, ya langsung mati. Pengikut-pengikut Jones Towns disuruh mati bunuh diri, ya mereka turuti mati bunuh diri bersama-sama .. pengikut cult sesat berbasis Kadrun, disuruh mati bunuh diri ngebom kerumunan orang, ya mereka lakukan dengan senang hati ..

Anggota cult tak ubahnya pion catur ; mereka cuma bisa bergerak maju dan tidak bisa mundur kebelakang. Ketika mereka telah terjerat jaring cult, tak ada jalan lagi bagi mereka untuk mundur dan keluar dari kelompoknya. Orang yang sudah terdogma berat tidak bisa hidup menuruti kata hatinya sendiri dan tidak mampu berpikir jernih, tidak bisa lagi menggunakan logikanya. Mereka sudah kehilangan sifat kemanusiaan, mereka tak ubahnya seperti binatang piaraan .. hilang nalar .. mati bathin. Disuruh serang, mereka akan segera menyerang .. disuruh demo, mereka akan berduyun-duyun ikut demo .. disuruhi memusuhi pemerintah dan aparat keamanan, mereka akan memusuhi dan terus berusaha menyerang pemerintah dan aparat keamanan ..

Mereka tak ubahnya anjing Pitbull Petarung .. setiap hari dikurung agar semakin ganas, lalu dilepaskan hanya untuk bertarung, demi keuntungan pemiliknya. Anjing-anjing itu mau luka parah cacat, atau mati .. sang pemilik tidak bakalan sedih berlarut-larut, karena dia masih memiliki Pitbull-pitbull lainnya. Pitbull Petarung cuma mendapatkan kandang dan makanan ; tapi sang pemilik mendapatkan uang dalam jumlah besar atas jasa si Pitbull. Hidup itu simpel, tapi sengaja dibuat ribet oleh keberadaan cult ..

Kesadaran kita saja yang mampu memerdekakan diri dari jeratan cult .. Jalani kehidupan dengan kesadaran penuh, maka surga yang sesungguhnya akan kita alami selama kehidupan kita didalam dunia ini. Gak perlu takut kalau kita mati gak ada yang mengantar jenasah kita ke tempat pemakaman atau ke krematorium biarpun kita tidak tergabung dengan kelompok cult apapun .. yang perlu kita takuti adalah jika semasa kita hidup didalam dunia ini, kita tidak pernah mau berbuat kebajikan, cuma hidup untuk diri sendiri dan untuk kesenangan sendiri saja, maka kita perlu takut tidak ada orang yang peduli kepada kita juga.

Sumber : Status Facebook Nyoto Raharjo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed