by

Jangan Pernah Bilang Isih Kepenak Jamanku

Oleh : Gunadi

Jangan tanya bagaimana penderitaan mereka yang dulu pernah dianggap terlibat PKI oleh penguasa, kemudian mendapat cap itu. Peristiwa 65 adalah potret memilukan kita sebagai sebuah bangsa. Demi kekuasaan, kemanusiaan tak lagi memiliki makna. Duka nestapa tertampak pada wajah tak berdosa bernama rakyat yang tak tahu apa-apa namun tak lagi meluruhkan hati. Tangis dan jeritan pilu anak-anak yang tak tahu kenapa bapak dan maknya diangkut paksa tidak pula singgah pada nuraninya.

Tanyakan cerita itu pada banyak keturunan para korban yang hingga kini pun masih tak tahu kenapa.Pun setelah dia berkuasa puluhan tahun, tak sedikit rakyat yang kembali harus menjadi korban kekerasan negara hanya karena protes pada penguasa. Saat dia ingin pelihara sapi, tanyakan pada rakyat di Tapos apa yang negara lakukan pada mereka?

Saat si bungsu ingin punya mainan mobil, jalur sirkuit dibuatkan di Sentul. Saat properti jadi mainannya, tanyakan pada rakyat Bali berapa banyak dari mereka yang diusir begitu saja dari tanah kelahirannya sendiri. Peristiwa Priok meninggalkan dendam pada keluarga itu. Puluhan bahkan ratusan orang tak bersalah diberangus tanpa tanya kenapa dan sekali lagi rakyat menjadi korban. Tanyakan cerita itu pada keluarga almarhum Amir Biki. Peristiwa Tanjung Priok adalah peristiwa kerusuhan yang terjadi pada 12 September 1984 di Tanjung Priok yang mengakibatkan sejumlah korban tewas dan luka-luka serta sejumlah gedung rusak terbakar.

Sedikitnya, 9 orang tewas terbakar dalam kerusuhan tersebut dan 24 orang tewas oleh tindakan aparat. Ketika “dia” sulit ditangkap, ibu dan adik perempuannya yang tak tahu apa-apa tiba-tiba harus tampil di TV dan diminta berbicara agar anak lelakinya yang senang bikin perkara itu segera menyerahkan diri. Kakeknya yang sudah tua pun tak luput dan turut diinterogasi hingga kemudian struk dan meninggal. Pakliknya yang bekerja sebagai PNS di Kalimantan dipecat. Bapaknya yang bekerja sebagai karyawan swasta tiba-tiba diminta menghadap oleh bossnya dan diminta untuk segera mengundurkan diri.

“Tanya siapa kali ini?” Tanyakan itu pada Budiman Sujatmiko ketika dia harus menjadi “the most wanted” saat Jakarta terbakar pada Juli 1996. Dia yang harus kabur dan ditampung di rumah seorang penolong bernama pak Benny di Bekasi itu hanya bisa menangis saat melihat ibu dan adik perempuannya tampil di TV bersama aparat Kejaksaan setempat dan memohon agar dia segera menyerahkan diri.Itulah sebenar2nya diktator. Cara kerjanya persis seperti gangster. Demi apapun rasa inginnya cepat terpenuhi, cara apapun dia lakukan.Jangan pernah Indonesia balik lagi ke jaman itu.

Sumber : Status Facebook Gunadi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed